Istirahatlah Pak Nova

Pembaca halaman7.com yang berbahagia

ENAM jam jelang pergantian bulan menuju Juni 2021, kabar tak sedap menyeruak dari kawasan Blangpadang, Banda Aceh. Orang nomor satu di Aceh Nova Iriansyah, yang notabene Gubernur Aceh dinyatakan positif Covid-19.

Kabar tak sedap ini tentu menjadi menghebohkan jagad Aceh. Belasan media, baik nasional maupun lokal memberitakan berita informasi yang menghebohkan ini. Beragam dan versi berita tersaji ke publik dengan cepat.

Bahkan ada media yang mengkait-kaitkan dan mempertanyakan, mengapa gubernur Aceh ini bisa terpapar. Padahal, sudah dua kali mendapat vaksinasi Covid-19. Haruskah sepanik itu mengabarkannya?

Dengan seabrek kesibukan yang dilakoni Nova Iriansyah, menjalani roda pemerintahan, resiko terpapar Covid-19 adalah konsekuensi yang harus diterima. Sebab, covid-19 tidak melihat siapa dan apa jabatannya. Semuanya bisa terpapar.

Dengan bertemu banyak orang, meski telah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), peluang terpapar itu besar. Sebab, kita tak tahu dari siapa asal muasal virus itu hinggap ke tubuh kita, hingga menggerogoti sistem imun manusia.

Dibalik itu semua, kita ambil hikmahnya saja. Ini sudah ketentuan Allah yang meminta seorang Nova Iriansyah harus mengambil waktu istirahat. Isolasi Mandiri selama 14 hari adalah waktu yang cukup untuk istirahat. Karena, sudah pasti kalau cuti-pun pasti tidak bisa.

Bukan berarti pula, isolasi mandiri membuat roda pemerintahan berhenti. Sebab, seorang gubernur itu bekerja pada tataran kebijakan dan sistem yang telah terbangun, akan jalan sendirinya.

Mungkin inilah waktu yang pas dan tepat buat Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk istirahat sejenak. Waktunya berkumpul dengan keluarga di rumah. Mencicipi masakan istri yang mungkin selama ini tak sempat dilakoni karena dinamika kerja yang begitu tinggi.

Suasana hari-hari yang indah bersama keluarga, pasti sangat dirindukan. Bathin kecil pasti sangat berharap bisa berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga. Namun, karena panggilan tugas dan kerja untuk negeri ini, terkadang hal itu terlewatkan bahkan terlupakan.

Power Full

Jadi, istirahatlah Pak Nova. Siapkan waktu untuk berpikir dan merenung, apa yang harus dilakukan bila nanti telah bisa bekerja dengan power full kembali. Pasti jutaan masyarakat Aceh menanti gebrakan jitu dan mumpuni dari seorang Nova Iriansyah. Guna mengatasi semua persoalan negeri ini yang belum sempat tuntas dilaksanakan. Termasuk, bagaimana membumi hanguskan Covid-19 dari bumi indatu ini.

Sebab, masyarakat Aceh secara umum juga sangat menantikan bisa hidup normal kembali. Ekonomi masyarakat berjalan normal. Setidaknya tidak ada lagi warung kopi (warkop) yang ditutup, yang selama sepekan terakhir menjadi ‘kambing hitam’ biang penyebaran covid-19 di Aceh.

Di Aceh, warkop adalah sumber segara inspirasi. Banyak persoalan negeri ini bisa diselesaikan di atas meja sambil menyerumput si hitam. Kuliner, adalah bagian dari khazanah budaya Aceh dan objek wisata adalah ‘kepingan tanah surga’ yang terdampar di bumi Aceh.

Masyarakat juga menginginkan, bisa bertamasya dengan keluarganya menikmati objek wisata dan kuliner di Aceh. Apalagi, dunia mengakui, objek wisata di Aceh sangat indah dan kulinernya serba lezat dengan cita rasa yang tiada tara.

Rakyat Aceh pasti mendoakan, agar Pak Nova segera sehat dan pulih seperti sedia kala. Hingga bisa menjalankan roda pemerintahan secara langsung kembali. Tidak dengan terkontrol dari Blangpadang tentunya.

Selamat istirahat Pak Nova. Kami menunggu aksi berikutnya. Saat bapak telah sembuh dan pulih seperti sediakala. Buge ter jeger Ama.[h7]

Facebook Comments
(Visited 95 times, 1 visits today)
254 views

Satu tanggapan untuk “Istirahatlah Pak Nova

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *