Jaga Aset Agama, Kemenag Bener Meriah Sensus Tanah Wakaf

halaman7.com – Redelong: Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bener Meriah melakukan sensus data tanah wakaf di seluruh desa dalam kabupaten tersebut pada Mei 2021.

Hasil sensus itu, Kemenag Bener Meriah melakukan sinkronisasi bersama dinas dan pihak terkait. Untuk menyatukan data tanah wakaf di kabupaten tersebut.

“Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menjaga dan melindungi harta agama, yaitu aset wakaf. Agar kemudian hari tidak menjadi sengketa,” ujar Kakankemenag Bener Meriah, Drs HM Hamdan MA, Selasa 22 Juni 2021.

Dikatakan, setelah data final baru proses pendaftaran ke PPAIW dan sertifikasi. Agar harta wakaf ini memiliki kekuatan hokum.

Menurut Hamdan, data valid dan kesesuaian data di lembaga dengan data yang ada di lapangan sangat penting. Agar semua tanah wakaf di Kabupaten Bener Meriah dapat terdata dengan data valid.

Selain itu, Hamdan mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat harta wakaf, dan khusus kepada nazir wakaf untuk mendaftarkan tanah wakaf ke Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) yaitu KUA kecamatan dan juga mengurus sertifikat di BPN.

Sertifikasi wakaf ini sangat penting. Ini bagian dari menjaga harta agama. Demi kemaslahatan di masa yang akan datang. Juga untuk mengamankan aset umat Islam. Dengan adanya sertifikasi, maka tanah wakaf tersebut sudah memiliki kekuatan hukum. Tidak bisa diutak-atik lagi oleh pihak-pihak yang ingin menguasai harta wakaf.

Selain itu Hamdan mangatakan, ASN Kemenag Bener Meriah sedang melakukan pengembangan wakaf Produktif (Wakpro). Seperti kantin Wakpro, penanaman kopi, alpukat dan lainnya. Sebagai upaya membantu perekonomian ummat.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *