Minta Presiden Joko Widodo Berhentikan Sekda Aceh

halaman7.com – Banda Aceh: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Titipan Rakyat (GeTAR) Aceh, Teuku Izin, meminta kepada Presiden Joko Widodo, untuk memberhentikan Sekda Aceh, Taqwallah.

Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin 21 Juni 2021, malam.

Dikatakan Apung, sapaan karib Teuku Izin, dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Kinerja Sekda Aceh tidak memenuhi harapan dan ekspektasi masyarakat.

Beberapa kasus, seperti mega Silpa senilai Rp3,9 triliun, dan juga persoalan penyusupan anggaran berkode appendix, membuktikan dr Taqwallah, tidak memiliki kompetensi sebagai pimpinan birokrasi.

Menurutnya, kasus mega Silpa APBA, tidak hanya menciderai dan merugikan rakyat. Lebih daripada itu, Sekda Aceh telah menghancurkan sendi perekonomian daerah yang selama ini di topang oleh anggaran pemerintah.

Ditengah pandemi, dan ekonomi rakyat yang sulit, dan amanah Presiden Joko Widodo yang mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi anggaran. Namun faktanya, di Aceh justru terjadi mega Silpa.

Belum lagi persoalan penyusupan anggaran berkode appendix atau AP, yang nilainya ratusan miliar. Dapat dipastikan selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Sekda Aceh memiliki peran vital, mengetahui, dan mungkin saja terlibat dalam konspirasi jahat tersebut.

“Bagaimana mungkin, di tengah situasi rakyat yang tengah sulit. Sekda Aceh selaku Ketua TAPA, melalukan tindakan-tindakan yang melukai dan menciderai perasaan rakyat,” ujarnya.

INFO Terkait:

Sudah sepatutnya, Gubernut Aceh Nova Iriansyah, untuk segera mengusulkan pergantian Sekda kepada Presiden Joko Widodo.

Sebab, jika terus dibiarkan berlarut dan Taqwallah masih menjabat. Maka kedepannya persoalan demi persoalan baru akan terus muncul. Akhirnya bermuara pada kerugian rakyat akan semakin besar, katanya.[Sutris | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *