Serap Anggaran Rendah, GeTAR Nilai Kinerja Sekda Aceh Buruk

halaman7.com Banda Aceh: Gerakan Titipan Rakyat (GeTAR Aceh) menilai, kinerja Sekda Aceh, dr Taqwallah sangat buruk dalam pengelolaan anggaran. Hal ini tercermin dari realisasi APBA yang hingga periode Juli 2021 belum menyentuh angka diatas 45 persen.

Dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Rabu 14 Juli 2021, Sekjen GeTAR Aceh, Teuku Izin menyebutkan rendahnya realisasi APBA 2021, mencerminkan Sekda Aceh, tidak fokus pada tugas pokok dan fungsinya sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA).

Dari pantauan pihaknya pada situs p2k-apba.acehprov.go.id. Hingga akhir Juli 2021, realisasi keuangan APBA 2021 baru mencapai 26 persen. Mengingat waktu hanya menyisakan 100 hari kalender lagi, atau hanya empat bulan. Maka pihaknya pesimis seluruh kegiatan yang telah dicanangkan dapat dituntaskan.

Tidak fokusnya Sekda Aceh dalam pengelolaan anggaran, dikarenakan yang bersangkutan kerap bekerja diluar tugas penting lainnya. Seperti mengurus Bank Aceh, kepala sekolah, dan guru, yang hal tersebut secara teknis telah ada pihak yang mengurusinya.

Sebagai pimpinan birokrat di tubuh Pemerintahan Aceh, lanjut Apung, seyogyanya Sekda Aceh menjadi leading para pimpinan SKPA. Untuk fokus merencanakan dan memastikan seluruh agenda kegiatan dan program yang merupakan visi dan misi gubernur dapat berjalan dengan baik.

Percepatan Tender

Dilain sisi kata Apung, sapaan akrap Teuku Izin kemudian, pihaknya mendapatkan informasi, kegiatan pada SKPA belum dapat dilakukan percepatan tender. Dikarenakan dinas ogah-ogahan melengkapi dokumen teknis. Hal tersebut membuat pihak Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Aceh, kelimpungan untuk dapat mempercepat proses lelang.

Semestinya, hal-hal seperti ini yang menjadi fokus dan perhatian Sekda Aceh. Sebab, bagaimanapun, dr Taqwallah adalah tangan kanan Gubernur Aceh dalam merumuskan berbagai kabijakan teknis dan administratif. Karenanya, jika kinerja buruk, yang disalahkan rakyat tentu Nova Iriansyah sebagai gubernur.

“Sudah selayaknya Sekda Aceh mengevaluasi jajaran dibawahnya. Jika ada yang tidak fokus dan sengaja menghambat proses pembangunan. Pecat dan berhentikan segera,” tegas Apung.[Sutris | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *