Media Diharap Bantu Masyarakat Terkait Informasi Covid 19

halaman7.com – Jakarta: Hampir dua tahun ini, Indonesia berjuang di tengah pandemi Covid-19. Media massa diharapkan dapat membantu masyarakat bernavigasi dengan aman. Menghindari berita-berita yang memiliki muatan misinformasi maupun disinformasi terkait Covid-19.

Demikian intisari yang diharapkan dari kontribusi wartawan dan media massa dalam penanganan Covid-19 yang dikupas dalam webinar diskusi BBC Media Action, Satgas COVID-19, FJPP, dan Dewan Pers bertajuk “Peran Pers Dalam Perubahan Perilaku Masyarakat di Era Vaksinasi Covid-19”, Senin 30 Agustus 2021 siang.

Webinar ini menghadirkan Pembicara Prof drh Wiku Adisasmito MSc PhD (Jubir Penanganan Covid-19), dr Siti Nadia Tarmizi MEpid (Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes) dan Dhimam Abror (wartawan senior).

Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah berusaha memenuhi target vaksinasi sebanyak 141,5 juta sasaran. Sehingga pada September akan melakukan vaksinasi sebanyak 2,1 juta per harinya.

Siti Nadia Tarmizi menjelaskan saat ini sudah ada 95,6 juta penduduk yang telah menerima vaksin. Dengan rincian sekitar 61,5 juta penerima vaksin pada tahap pertama dan 34,8 juta penerima vaksin pada tahap kedua. Sedangkan vaksinasi pada tahap ketiga atau booster akan diberikan kepada 600 ribu tenaga kesehatan (nakes).

Bagi penerima booster selain Nakes masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. vaksin juga sudah diberikan kepada 18 ribu ibu hamil dan 155 ribu kaum disabilitas.

“Kami meminta masyarakat tidak pilih-pilih vaksin. Apakah itu Sinovac, Synophram, Moderna, Pfizer atau Aztra Zaneca,” ujarnya.

Semua vaksin telah melalui pemeriksaan WHO dan lolos tahap uji pemeriksaan lebih lanjut.

Siti melanjutkan vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia masih efektif melawan varian baru dari virus corona.

Varian Baru

Diketahui, saat ini terdapat varian baru Covid-19 yang masuk ke Indonesia. Diantaranya, varian delta atau varian B.1.617.2 dan alpha atau varian B.1.1.7.

“Masih sangat efektif dan WHO masih merekomendasikan untuk percepat vaksinasi,” jelasnya.

Adapun selain ketersediaan vaksin yang terus dipercepat kedatangannya. Pemerintah memperbanyak sentra vaksinasi untuk mempercepat laju penyuntikan vaksin. Selain itu, kerjasama dengan swasta, BUMN serta organisasi masyarakat juga menjadi strategi mempercepat vaksinasi.

Agar pelaksanaan vaksinasi semakin efektif, Nadia juga menekankan masyarakat yang sudah divaksin untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (Prokes).

Terlebih vaksin saja dinilai tidak cukup untuk mencegah penularan Covid-19. Melainkan harus dipadukan dengan Prokes yang disiplin.

Prokes masih diperlukan. Lantaran saat ini belum semua masyarakat mendapatkan vaksinasi Covid-19. [Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *