Menulis Resensi itu Mudah?

Oleh: Aji Setiawan                                                                                                                                

RUBRIK resensi buku, pernah penulis ampu di majalah alKisah selama 4 tahun. Tentu awalnya tidak mudah menulis resensi buku-buku Islam tetbitan terbaru. Pertama kali penulis lakukan sebelum menulis resensi buku adalah membaca seluruh isi buku.

Aji Setiawan

Tentu karena ingin menambah bobot tulisan. Kita harus bisa menceritakan ulang isi buku. Agar memudahkan dan menyingkat waktu baca per bab dan catat yang terpenting tiap bab. Menyarikan inti masalah dan berkisah antar bab juga salah satu teknik resensi.

Resensi merupakan salah satu cara untuk melakukan kritik atas sebuah buku. Kritik yang dimaksud di sini tentu bukan dalam artian mencemooh atau memberi komentar negatif belaka.

Kritik yang dimaksud dalam meresensi adalah memberikan ulasan tentang kesan seseorang setelah membaca. Karenanya, kritik dalam resensi tidak hanya berkutat pada hal-hal buruk saja. Namun lebih ke bagaimana kesan seseorang ketika membaca buku.

Resensi sebuah buku berarti memberikan argumentasi mengenai kelebihan dan kekurangan kepada sebuah buku. Berdasarkan penilaian dan pengamatan yang dapat dipertanggung-jawabkan dari si pembuat resensi.

Ulasan yang dapat dipertanggungjawabkan berarti peresensi tidak hanya mengatakan sebuah buku baik atau buruk mutunya. Namun juga memberikan argumen mengapa sebuah buku disebut bermutu baik atau buruk.

Praktik resensi sebenarnya tidak hanya diperuntukkan untuk buku (baik fiksi maupun non-fiksi). Resensi juga dapat dilakukan ketika menikmati beragam kesenian seperti pementasan drama, musik, pameran lukis/patung, maupun film.

Dasar dari praktik meresensi adalah menganalisa ulang kesan ketika membaca sebuah buku atau menikmati karya seni.

Sebagaimana asal kata resensi, yakni “recensie” yang merupakan bahasa Belanda untuk istilah “melihat, menimbang, atau menilai kembali”.

Pembuatan resensi bertujuan untuk memberikan informasi seperti identitas penulis buku dan hal yang dibahas dalam buku. Resensi juga dapat digunakan sebagai sarana memberikan rekomendasi apakah buku yang diulas patut untuk dibaca atau tidak.

Selain itu, resensi juga dapat menjadi cara bagi penulis resensi untuk mengingat buku-buku yang telah ia baca.

Karena meresensi buku memerlukan analisa yang lebih ketika membaca sebuah buku. Penulis resensi juga dapat belajar tentang seluk-beluk pembuatan sebuah buku. Seperti gaya penulisan atau sistematika penulisan.

Resensi juga memiliki manfaat ekonomi untuk penulisnya. Dengan menulis resensi yang diterbitkan di media massa. Tak jarang penulis resensi akan mendapatkan imbalan berupa buku gratis atau uang.

Imbalan tersebut biasanya didapatkan dari media massa tempat resensi diterbitkan atau penerbit yang bukunya telah diresensi.

Cara Membuat Resensi

Menulis sebuah resensi sebenarnya bukan perkara sulit. Namun untuk menuliskan sebuah resensi yang bermutu baik. Seorang penulis perlu untuk memerhatikan beberapa hal sebelum menulis resensi.

  1. Memahami tujuan penulisan buku yang hendak diresensi. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat bagian pengantar buku atau mencari tahu proses kreatif penulisan buku yang dilakukan penulis buku.
  2. Memahami tujuan menulis resensi. Misalnya meresensi untuk memberikan pembaca rekomendasi buku atau meresensi untuk mengoreksi pemikiran si penulis buku. Tujuan penulisan resensi akan memengaruhi cara menulis resensi.
  3. Memahami selera pembaca dari resensi yang akan ditulis. Jangan sampai mengirim naskah resensi ke media massa untuk kalangan dewasa namun menggunakan gaya bahasa untuk remaja, maupun sebaliknya.

Jika telah memahi dasar-dasar yang perlu dipahami sebelum menulis resensi. Maka penulisan resensi dapat dilakukan.

Memulai resensi yakni dengan membaca buku. Setelah membaca buku yang hendak diresensi. Peresensi kemudian diharuskan untuk menentukan sikap dalam menilai beragam aspek yang terkandung dalam buku tersebut.

Aspek-aspek yang dimaksud misalnya:

– Kerangka tulisan. Apakah sistematika penulisannya sudah baik?

– Isi pernyataan penulis buku. Apakah gagasan yang dibawa penulis berbobot atau tidak?

– Gaya bahasa. Apakah buku tersebut ditulis dengan gaya bahasa yang enak dibaca atau tidak?

– Aspek teknis buku. Apakah buku tersebut memiliki tata letak, sampul, kerapian paragraf yang baik?

  1. Mulai menulis

Setelah melakukan tiga hal di atas. Maka peresensi siap untuk menuliskan resensinya. Dalam menulis resensi, peresensi diharuskan jujur dalam menilai.

Kesan yang dibuat-buat ketika menulis resensi tidak membuat resensi terlihat bagus. Karenanya, peresensi harus menuliskan ulasannya dengan jujur.

  1. Data Buku

Data singkat mengenai buku yang diresensi jangan lupa diikutsertakan. Seperti judul buku, pengarang, penerbit, jumlah halaman, tahun terbit dan bila perlu harganya.

Penulis, mantan wartawan alKisah, Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *