Geliat Pariwisata Sabang Dorong Pertubuhan Ekonomi Masyarakat

Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang di Padati Pengujung.[FOTO: h7 –dok IST]

halaman7.com – Sabang: Pemerintah Kota Sabang optimistis bahwa sektor pariwisata tidak hanya menjadi penggerak ekonomi sesaat, tetapi juga membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Kunjungan wisatawan dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan, memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat di Kota Sabang.

Hal ini tentunya memiliki peranan penting, bahwa sektor pariwisata tetap menjadi tulang punggung utama perekonomian di ujung barat Indonesia tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia mengatakan, sektor pariwisata telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas. Banyak tenaga kerja lokal terserap sebagai pemandu wisata (guide), operator selam, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan hidup dari arus kunjungan wisatawan.

Sektor pariwisata tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghasilkan rupiah. Pemerintah Kota Sabang melalui dinas terkait akan terus turun langsung ke lapangan untuk membantu memastikan pengelolaan di setiap destinasi berjalan semakin baik.

Dikatakan, lonjakan kunjungan ini berbanding lurus dengan meroketnya tingkat hunian atau okupansi penginapan, khususnya di kawasan favorit seperti Teupin Layeu, Pantai Gapang, hingga Pulau Rubiah.

“Hunian hotel dan homestay mengalami peningkatan signifikan, terutama pada akhir pekan dan musim libur. Dampak positif ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata,” ujar Harry, Rabu 8 April 2026.

Manfaat meningkatkan kunjungan wisatawan tersebut tidak hanya mengalir ke pengelola penginapan. Efek domino dari kunjungan ini juga merambah ke sektor kuliner, pedagang suvenir, hingga penyedia jasa wisata bahari.

Transaksi penyewaan perahu penyeberangan, alat snorkeling, hingga paket diving menunjukkan grafik yang terus merangkak naik. Menurutnya, geliat ekonomi ini secara otomatis mendorong penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Siswa Korban Bencana Aceh Terima 1,2 Juta PIN E-Learning

Sektor pariwisata memberikan kontribusi nyata melalui retribusi kawasan, pajak hotel dan restoran, serta jasa kepelabuhanan.

“Jika pengelolaan destinasi dilakukan secara lebih tertib dan profesional, kontribusi terhadap kas daerah akan terus meningkat. Karena itu, kami fokus pada penataan kawasan dan penguatan infrastruktur pendukung,” ujarnya.[ril | M Munthe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *