Remaja Asal Ulee Kareng Meninggal Saat Snorkeling di Pulau Rubiah

Kapolres Sabang saat melihat jasad korban Snorkeling di Pulau Rubiah.{FOTO: h7 - dok humas polres]

halaman7.com – Sabang: Seorang remaja asal Ulee Kareng Banda Aceh meninggal dunia saat Snorkeling di Pulau Rubiah, Sabang, Minggu 29 Maret 2026.

Korban diketahui bernama M Raisul Abrar (18 tahun), warga Desa Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Saat kejadin korban sedang Snorkeling bersama temanya  Muhammad Ziyad Alqarni (19 tahun) dan Raid Zakwan (18 tahun)

Mendapat informasi tersebut, Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, didampingi Kapolsek Sukakarya, Ipda Hairul Saleh Ritonga, turun ke lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut bermula pada sekira pukul 08.00 WIB, saat korban bersama 9 (sembilan) rekannya berangkat menuju Perairan Pulau Rubiah menggunakan boat sewaan milik masyarakat untuk melakukan aktivitas snorkeling.

Sekira pukul 08.20 WIB, korban bersama rombongan mulai turun ke laut dengan menggunakan perlengkapan snorkeling berupa kacamata selam, pelampung, dan sepatu bebek.

Namun pada pukul 08.45 WIB, rekan-rekan korban yang telah naik ke permukaan menyadari korban tidak terlihat, sehingga dilakukan pencarian.

Sekira pukul 08.50 WIB, korban ditemukan sekitar satu meter dari bibir pantai dengan kedalaman kurang lebih 50 cm dalam kondisi terlungkup dan mengambang dan masih menggunakan perlengkapan snorkeling.

Para saksi kemudian segera mengevakuasi korban ke tepi pantai. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa dari mulut. Seorang pemandu wisata (tour guide), Jabar, langsung memberikan pertolongan pertama berupa CPR (Resusitasi Jantung Paru) hingga dari mulut korban keluar pasir bercampur air.

Selanjutnya pada pukul 09.30 WIB, korban dievakuasi ke Puskesmas Iboih. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Hasil visum et repertum yang dilakukan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca Juga  Bhakti Kesehatan pada Penyandang Disabilitas

Kemudian pada pukul 12.28 WIB, jenazah korban diberangkatkan ke kampung halamannya di Kota Banda Aceh menggunakan KMC Express Bahari 2F. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak keberatan.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut serta mengingatkan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi perhatian kita bersama. Agar lebih mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di laut, khususnya snorkeling,” ujar AKBP Sukoco.

Kapolres juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar menggunakan perlengkapan yang sesuai standard. Tidak berenang sendiri, serta selalu berada dalam pengawasan pemandu atau petugas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolres juga menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan wisata bahari di Kota Sabang. Sehingga tetap aman dan nyaman bagi para pengunjung.[ril | M Munthe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *