Ratusan Brimob Aceh Dilatih Taklukan Hutan

Kapolda Aceh, melakukan pemeriksaan pasukan saat membua Jungle Warfare.[FOTO: h7 - dok humas polda]

halaman7.com – Aceh Utara: Ratusan Brimob Polda Aceh dilatih menaklukan dan bertahan dalam hutan. Ratusan pasukan elite polisi ini dilatihan taktis Brimob di pedalaman Aceh Utara.

Latihan ini dipusatkan di area perkebunan PTPN dan sekitarnya itu akan berlangsung selama satu bulan, mulai 30 Maret hingga 28 April 2026. Dengan melibatkan sebanyak 413 personel, yang terdiri dari 217 personel Satbrimob dan 196 personel dari jajaran Polda Aceh.

Latihan bertajuk Jungle Warfare dan kolaborasi Quick Response Pelayanan Kamtibmas dibuka Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Selasa 1 April 2026. Latihan ini dalam rangka menjaga dan meningkatkan kemampuan perorangan personel agar tetap terpelihara.

Sebanyak 144 personel pilihan dari jajaran Satbrimob Polda Aceh mengikuti pelatihan tersebut sebagai bentuk peningkatan kemampuan dalam menghadapi tantangan tugas di medan hutan maupun wilayah terpencil.

Kapolda Aceh mengatakan, latihan taktis ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan perorangan personel sekaligus memeliharanya agar tetap optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta peningkatan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan Kamtibmas berintensitas tinggi.

Irjen Marzuki Ali Basyah mengatakan, dinamika perkembangan situasi global maupun nasional saat ini menunjukkan perubahan yang sangat cepat dan kompleks. Berbagai tantangan keamanan terus berkembang, baik yang bersifat konvensional maupun nonkonvensional. Seperti meningkatnya kejahatan transnasional, ancaman terorisme, serta potensi konflik sosial yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sementara itu, lanjutnya, pada tataran regional dan khususnya di wilayah Aceh, karakteristik lingkungan serta potensi kerawanan yang ada menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh unsur keamanan, khususnya jajaran Brimob.

Apalagi menurutnya, wilayah hukum Polda Aceh memiliki karakteristik geografis yang unik, dengan bentang alam yang didominasi oleh hutan, pegunungan, dan wilayah terpencil.

Baca Juga  Masjid Istiqlal Dapat Penghargaan Word Bank 

Kondisi ini menuntut kesiapan khusus bagi personel Brimob dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas berintensitas tinggi dengan medan yang berat dan menantang.

Karena itu, lanjut Kapolda latihan jungle warfare ini menjadi sangat relevan dan strategis sebagai sarana. Untuk membekali personel dengan kemampuan taktis dan teknis dalam operasi di medan hutan.

“Latihan ini tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga menguji ketahanan mental, kecerdasan taktis, kemampuan adaptasi, serta soliditas tim dalam menghadapi berbagai skenario ancaman, seperti kejahatan bersenjata api, perampokan, penculikan, hingga ancaman terorisme,” ujarnya.

Selain kemampuan teknis dan taktis, Kapolda menekankan pentingnya menjaga integritas, loyalitas, dan moralitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Sebab, Brimob tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga harus kokoh secara mental dan bersih secara moral.

Kepada seluruh peserta, Kapolda menekankan agar melaksanakan seluruh rangkaian latihan dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan kesungguhan, serta terus meningkatkan kemampuan perorangan maupun tim secara berkelanjutan.

Peserta juga diminta menjaga kondisi fisik serta utamakan faktor keamanan selama pelaksanaan latihan. Perkuat soliditas, solidaritas, dan jiwa korsa antar sesama personel, serta jadikan setiap ilmu yang diperoleh sebagai bekal nyata dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Jaga nama baik institusi Polri, khususnya Korps Brimob. Tunjukkan bahwa setiap tindakan yang saudara lakukan senantiasa berorientasi pada kepentingan bangsa dan Negara. Serta mampu memberikan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat.

“Selamat berlatih. Negara hadir dan negara tidak boleh kalah. Brimob untuk nusa dan bangsa. Brigade..!,” ucap Kapolda Aceh.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *