MF Kuras Rp10 Juta dari ATM Milik Orang, Lalu…

halaman7.com Banda Aceh: Unit Jatanras Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh berhasil membekuk MF (29) warga Banda Aceh yang melakukan pencurian uang melalui Kartu ATM milik Twk Turchamun Dahriansyah (29 tahun) warga Kota Jantho, Aceh Besar.

Penangkapan  terhadap tersangka dilakukan, Senin 14 September 2020 dini hari di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh.

Sedangkan, aksi pencurian tersebut terjadi pada Kamis 9 Juli 2020 sekitar jam 23.00 Wib di ATM Bank BNI Unit Pasar Aceh, Gampong Baru, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha SIK mengatakan, pelaku MF melakukan aksi pencurian uang nasabah BNI tersebut dikarenakan ATM milik Korban tertinggal di galeri ATM Pasar Aceh.

Saat itu korban sedang melakukan transaksi perbankan. Tanpa sadar kartu ATM korban tertinggal pada ATM. Korban baru sadar saat sudah berada di rumahnya. Kemudian korban menghubungi Call Center Bank BNI untuk melakukan pemblokiran terhadap nomor rekening dan ATM  milik korban.

Namun lanjutnya, saat itu juga pihak operator memberitahukan kepada korban bahwa saldo di rekening milik korban sudah berkurang. Korban mengatakan tidak pernah melakukan penarikan uang.

Korban keesokan harinya melakukan konfirmasi ke Bank BNI terhadap kekurangan saldo ATM. Pihak bank mencoba untuk melakukan print out rekening koran. Ternyata tabungan korban sudah kosong.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LPB/320/VII/Yan. 2.5/2020/SPKT yang dilaporkan korban, polisi terus melakukan pencarian bukti-bukti dan keterangan para saksi. Hingga berhasil melacak keberadaan pelaku.

“Akhirnya berhasilditangkap di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh,” ujar Kasat Reskrim.

Berbagai Lokasi

Dalam penangkapan yang dipimpin Kasubnit Jatanras Aipda Mukhlis. Pelaku mengakui pernah melakukan pencurian uang dari ATM milik korban sebanyak Rp10 juta di berbagai lokasi. Diantaranya ATM pasar Gampong Baru, ATM Taman Makam Pahlawan, dan ATM Sukadamai.

“Saat melakukan pengambilan saldo dari berbagai ATM, pelaku menentukan waktu yang sepi sehingga bisa leluasa dalam melakukan aksi kejahatannya. Pelaku mengakui telah melakukan penarikan uang secara bertahap dengan total Rp10 juta. Uang tersebut dipergunakannya untuk keperluan sehari-hari,” tambah AKP Ryan.

Terhadap barang bukti kartu ATM milik korban. Menurut keterangan pelaku sudah dibuangnya dan sampai saat ini masih dalam pencarian personel Jatanras. Pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dan diancam hukuman selama  5 tahun penjara.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *