Desa Ku Bersih Narkoba (Bersinar)

Oleh: Subhan Tomi

BADAN Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dalam pencegahan dan pemberantasan Narkoba di desa-desa. Kerja sama dua lembaga ini juga diwujudkan dengan pilot project Desa Bersih Narkoba di Indonesia.

Dengan begitu hebatnya gelombang peredaran narkoba. Telah menyebar sampai keseluruh pelosok negeri dari Sabang sampai Meuruke. Dengan mudah mendapatkan barang haram tersebut yang telah merusak tatanan kehidupan.

Peredaran narkoba kini bukan hanya di wilayah perkotaan, namun mulai merambah ke pedesaan. Karena itu, pembentukan desa Bersih Narkoba (Bersinar) adalah kunci dalam usaha Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Sangat menyedihkan bahwa dari data BNN ada 18.000 kematian tiap tahunnya di Indonesia karena penyalahgunaan narkoba. Pengguna, bandar, kurir narkoba rata-rata berusia produktif 10 sampai 59 tahun. Ini yang membuat Indonesia dalam situasi Darurat Narkoba.

Program Desa Bersih  Narkoba (Bersinar) yang digagas Badan Narkotika Nasional (BNN) sesuai dengan SDGs Desa goals ketiga, yaitu Desa Sehat dan Sejahtera. Kehadiran program inovasi Desa Bersinar yang mempunyai regulasi untuk mendukung program tersebut. Setidaknya membuat kita optimistis bahwa dapat menekan angka penyalahgunaan dan peredaran barang haram tersebut.

Desa Bersinar adalah salah satu upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di desa. Dikelola secara mandiri oleh pemerintah Desa bersama dengan masyarakat Desa.

Tujuan Desa bersinar:

  1. Untuk meningkatkan pendampingan masyarakat desa dalam penyelenggaraan fasilitas desa Bersih Narkoba yang di kelola secara partisipatif, terpadu dan berkelanjutan. Dengan berbasiskan pendayagunaan sumberdaya di desa.
  2. Meningkatkan kapasitas aparat pemerintah daerah kabupaten/kota dalam memfasilitasi kegiatan desa Bersih Narkoba.
  3. Meningkatkan kapasitas aparat pemerintah daerah provinsi dalam membina daerah kabupaten/kota untuk kegiatan desa Bersih Narkoba.
  4. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama lintas pemangku kepentingan dalam memasilitasi kegiatan desa Bersih Narkoba.

Dasar hukum pembentukan Desa Bersinar adalah Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2021-2024. Permendagri 2012 tentang Fasilitasi P4GN. Permendagri tentang Pemberdayaan di kelurahan, dan Permendes Nomor 21/2020 tentang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Mesin Pembunuh

Ingat bahwa Narkoba mesin pembunuh massal tidak terkecuali desa. Ketika aset desa semakin lengkap, canggih dan bagus maka potensi jalur masuk peredaran gelap narkoba semakin terbuka.

Namun walaupun sudah digaungkan secara nasional. Pelaksanaan program ini ternyata masih ditemui beberapa kendala dan belum dilaksanakan sepenuhnya di daerah. Karena masih belum ditemukannya kesepahaman dari pimpinan daerah dengan pihak BNN mengenai komitmen yang harus dibangun bersama.

Hal ini menjadi sangat penting karena dalam pembentukan desa Bersinar. Komitmen antara kedua belah pihak tersebut menjadi pondasi utama sebelum ditetapkannya Desa Bersinar.

Melalui kegiatan Desa Bersinar ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kepedulian aparat desa maupun masyarakat. Dalam pemberantasan narkoba. Adanya program tersebut pencegahan, edukasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat akan mudah di jalankan.

Dengan melibatkan peran desa seperti melalui tokoh masyarakat, ulama, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas. Termasuk sektor pendidikan formal dan non formal, wadah kepemudaan, wadah penggiat anti narkotika yang dapat mencegah dan menekan angka peredaran penyalahgunaan narkoba.

Dukungan penuh dan kolaborasi antara BNN, daerah dan satuan kerja perangkat daerah serta peran serta seluruh komponen lapisan juga mestinya dapat di maksimalkan terhadap program Desa Bersinar. Seperti Sektor UMKM dengan adanya usaha yang produktif untuk kalangan pemuda. Kegiatan kegiatan olahraga, pentas seni budaya serta kepemudaan.

Begitu juga, program pendidikan tentang bahaya narkoba di sekolah-sekolah, pesantren dan madrasah. Baik pengenalan dini terhadap bahaya narkoba, perusahaan swasta melalui pemberdayaan masyarakat seperti mitra petani.

Hal tersebut dapat menjadikan kreatifitas pemuda dan masyarakat semakin berkembang. Sehingga terwujudlah masyarakat desa yang bersih dari narkoba.[]

Penulis, ASN di Aceh Singkil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *