Dukungan Terus Mengalir, KPK Diminta Periksa Aset Pejabat di Aceh

halaman7.com – Banten: Dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap kasus dugaan korupsi di Aceh terus mengalir dalam berbagai bentuk pernyataan.

Kembali, Mantan Ketua Komite Monitoring Perdamaian Dan Demokrasi (KMPD) Perwakilan Eropa, Tarmizi Age meminta badan pencegah rasuah itu memeriksa sejumlah aset pejabat di Aceh.

“Perlu rasanya KPK memeriksa sejumlah aset milik pejabat di Aceh. Untuk bisa menindak para koruptor yang telah menyengsarakan hidup rakyat Aceh,” ujar Tarmizi, Sabtu 5 Juni 2021.

Dengan KPK memeriksa aset para pejabat di Aceh, maka bisa ketahuan uang untuk beli aset itu didapatkan dari mana.

Jangan-jangan ada pejabat yang kaya raya dengan uang hasil fee dari kegiatan di lingkungan Pemerinta Aceh dan atau SKPA. Tentu, ini sangat kejam.

“Kita khawatir praktek korupsi di Aceh dijalankan dengan berbagai metode,” ujarnya.

Misalnya, kegiatan proyek pengadaan dikerjakan atau ditanam modal-saham langsung sendiri oleh oknum pejabat tertentu. Dengan menggunakan bendera perusahaan kenalan yang mereka percaya, lalu dapat untung dan beli asset.

Bisa saja dengan cara meminta fee. Disinilah akan terjadi muafakatan jahat sehingga merugikan negara.

“Pun demikian, kita berharap tidak ada para pejabat di Aceh yang memanfaatkan jabatannya untuk bertindak korup,” tambahnya lagi.

Namun,  jika hal ini terjadi, sayang sekali rekanan kelas bawah terpaksa gulung tikar atau non job. Sehingga ikut menyumbang pada membengkaknya angka pengangguran di Aceh.

INFO Terkait:

Bangkrut

“Korupsi akan bikin keuangan negara musibah dan bangkrut sekaligus rakyat akan menderita,” ujarnya.

Maka dengan itu, lanjut Tarmizi, KPK diharap benar-benar membantu membersihkan Aceh dari para koruptor dan korupsi.

“Kita yakin badan pencegah rasuah sangat paham praktek para koruptor. Kalau memang serius ingin membersihkan korupsi hingga ke akar-akarnya di Aceh,” sebut putra asli Bireuen ini.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *