Jerman Kenak Kutukan Ban Kapten LGBT di Euro 2020

Catatan: Iranda Novandi

MENYAKITKAN. Itulah yang dirasakan Timnas Jerman dalam laga 16 besar Piala Eropa (Euro 2020) saat bertemu Inggris. Jerman terkena sihir Wembley hanya jelang 15 menit terakhir.

Kemenangan Inggris ini lahir lewat Raheem Sterling di menit 75 dan Hary Kine menit 86. Kemenangan Inggris ini membawa mereka ke 8 besar. Sekaligus menunjukan, pasukan tiga singa ini, mampu menyumbat ledakan de Panzer yang terkesan sepele menghadapi Inggris.

Tapi itulah memang hasil yang pantas dan layak bagi Jerman dalam gelaran Piala Eropa 2021 ini. Selain karena over confident yang terlalu berlebihan untuk bisa menjinakan tiga singa dikandangnya. Juga karena kutukan pecandu bola dunia. Bahkan penggemar Jerman sendiri ikut mengutuknya.

Mengapa? Itu hanya karena ban kapten yang dikenakan penjaga gawang Jerman Manuel Neuer mengenakan ban kapten berwarna pelangi. Dunia tahu, bahwa warna Pelangi itu merupakan symbol “Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender” (LGBT). Istilah LGBT ini sudah digunakan semenjak 1990-an dan menggantikan frasa “komunitas gay”.

Sabagaimana diketahui, 70 lebih negera di dunia, menolak pelegalan LGBT ini, termasuk sejumlah negara Uni Eropa. Terutama negara-negara yang berada di eropa timur.

Sampai saat ini, di 76 negara hubungan sama jenis masih diancam sanksi hukum. Di 10 negara, homoseksualitas bahkan diancam dengan sanksi hukuman mati.

Negara-negara yang menjatuhi hukaman mati bagi kaum LGBT ini, seperti Brunai Darussalam, Iran, Afghanistan, Mauritania. Lalu Sudan, Nigeria, Yaman, Arab Saudi, Somalia, Qatar

Menurut laporan kantor berita Reuters, kampanye penolakan hak LGBT di PBB dipimpin Belarus dan mendapat dukungan antara lain dari Indonesia, Rusia, Mesir, Katar, Pakistan dan Uni Emirat Arab.

Jerman dan Inggris sendiri, negara di eropa yang yang mengesahkan pernikahan gay. Pengesahan pernikahan gay bagi Jerman dilakukan pada 2017. Sedangkan Inggris (United Kingdom) bahan lebih awal lagi, pada 2014.

Sedangkan sejumlah negara lain yang me legalkan gay yakni Belanda pada 2001, Belgia (2003), Kanada dan Spanyol (2005). Pada 2006 menysul Afrika Selatan, 2009 ikutan Norwegia, Swedia. Kemudian Islandia, Portugal, Argentina (2010). Denmark (2012).

Setahun 2013, menyusul Uruguay, Selandia Baru, Prancis, Brasil. Pada 2014 United kingdom (tidak termasuk Irlandia Utara), Luksemburg, Republik Irlandia, Meksiko, AS (2015). Kolombia (2016) dan 2017 Finlandia, Malta, Jerman dan Australia, terakhir  2019, Austria ikut melegalkan.

Noda Euro 2020

Kembali ke kasus Neuer. Jerman menjadi sorotan sepanjang gelaran Piala Eropa 2021. Pasalnya, keputusan Neuer selaku kapten Die Mannschaft memakai ban kapten berwarna pelangi di tiga laga fase grup.

Neuer terang-terangang menyatakan, memakai ban kapten warna pelangi sebagai dukungan untuk perayaan Bulan Kebanggan (Pride Month) di bulan Juni.

Bisa jadi, akibat sikap kapten Jerman ini juga, sejumlah pemain muslim yang dimiliki Jerman, menolak untuk bermain dalam Timnas pada gelaran Piala Eropa 2021 ini. Karena, mereka menentang LGBT, maka tersingkir dalam skuad timnas Jerman.

Di twitter, pasca kekalahan Jerman atas Ingggris. Satu jam kemudian, nama (Mesut) Ozil menjadi tranding. Sebagaimana kita ketahui bersama, punggawa Jerman yang beragama Islam ini, tak masuk dalam skuad Jerman pada Piala Eropa 2021 ini.

Fedrasi sebepakbola eropa, UEFA sempat menginvestigasi aksi Manuel Neuer karena diduga sebagai pernyataan politik. Investigasi tersebut mendapat kritikan dari 20 komunitas kelompok LGBTQ+ di seluruh Eropa. Entah karena kritikan itu atau bukan, akhirnya UEFA

UEFA menghentikan investigasi setelah menilai ban kapten pelangi merupakan simbol tim untuk keberagaman. Lampu hijau pun diberikan lantaran aksi itu dianggap memiliki ‘tujuan baik’?.

Seakan mendapatkan lampu hijau dari UEFA ini. Jerman, bersama dengan beberapa tim peserta lainnya, sangat aktif mendukung gerakan LGBT, meminta saat kontra Hongaria, dihiasi warna pelangi.

Walikota Munich meminta untuk membuat Stadion Allianz Arena bernuansa warna pelangi saat kontra Hongaria. Tindakan itu ditolak UEFA. Karena, UEFA menganggap hal itu bisa menjadi politisasi dalam sepak bola.

Kapten Timnas Inggris, Harry Kane

Ironisnya, dalam laga Inggris kontra Jerman, Selasa 29 Juni 2021 kemarin malam. Kapten Inggris Harry Kane juga mengenakan ban kapten pelangi. Mengikuti jejak Kapten Jerman Neuer.

Mengutip dari The Sun, aksi kedua kapten ini mengandung pesan dukungan terhadap komunitas LGBT di dunia. Ban kapten ini dikenakan Neuer dan Kane sepanjang laga 90 menit.

Neuer diketahui telah mengenakan ban kapten sepanjang Juni untuk mendukung komunitas LGBT. Hal tersebut diikuti Harry Kane dari pernyataan resmi yang diunggah Twitter Timnas Inggris.

Akun Twitter @England menyatakan, sang kapten Kane akan bergabung dengan Kapten Timnas Jerman, Neuer untuk mengenakan ban kapten pelangi dalam laga Inggris vs Jerman.

Ada apa ini?

Sungguh, ini noda dalam Piala Eropa 2021 (Euro 2020). Seakan ada pembiaran yang dilakukan UEFA terhadap komunitas yang banyak ditentang negara di dunia. Piala Eropa sudah jauh dari nilai-nilai sportifitas dan pemersatu dalam semua hal.

Piala Eropa 2021, menjadi ajang kampanye LGBT dan mendapat pelegalan dari federasi sebakbola Eropa. Sungguh noda yang tak bisa dimaafkan. Piala Eropa sudah hilangkan cermin yang membanggakan sepakbola dunia.

Apakah ini bertanda, bencana besar akan terjadi terhadap sepakbola Eropa. Sebagaimana Allah SWT menenggelamkan kaum Nabi Luth, sebagai generasi pertama lahirnya LGBT di dunia ini? Wallahu a’lam bishawab.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *