Data Korban Kebakaran di Aceh Singkil Kurang Akurat

halaman7.com – Rimo, Aceh Singkil: Sistem pendataan kebencanaan di kabupaten Aceh Singkil dipertanyakan? Pasalnya paska kebakaran Tiga rumah warga di Kampung  Sianjo Anjo, Gunung Meiah, 4 September 2021 lalu. Data yang diberikan ternyata kurang lengkap dan kurang akurat. Setelah dilakukan pencocokan data kependudukan.

Diduga lemahnya koordinasi pihak berkompoten. Menyebabkan data yang dipublis ke publik  tidak lengkap dan kurang  akurat.

Berdasarkan Laporan Harian Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Singkil. Lewat petugas piket Rosianna Kusuma Wardani yang dipublikasi, termasuk menjadi bahan bagi  kalangan wartawan.

Data korban yang dimaksud, hanya: Hasan (70 tahun), Asbaruddin (34 tahun) dan Bidin Manik (39 tahun).

Camat Gunung Meriah Abdul Hanan, melalui Kasi Kesmas Setcam, saat dikonfirmasi halaman7.com, Jumat 17 September 2021 menyebutkan data tiga kepala keluarga (KK) dan 14 jiwa korban kebakaran Sianjo-anjo. Ini merujuk data kependudukan dari desa untuk usulan ke kabupaten. Masing-masing, Hasanuddin Bancin (67 tahun) sebagai KK. Istri, Saudah (50 tahun) dan anak, Fitri Rahimy Pohan (18 tahun).

Lalu Asbarudin Solin (46 tahun) sebagai KK. Istri Ratri (51 tahun). Ditambah empat orang anak, yakni Renaldy (21 tahun), Rianda (18 tahun), Riansyah Fitrah (5 tahun) serta Radiansyah (2 tahun).

Kemudian Zainal Abidin Manik (46 tahun) sebagai KK. Istri, Upik (46 tahun). Ditambah tiga orang anak, yakni Rudi (19 tahun), Rahuldi (21 tahun) dan Ulan Indah Dari (18 tahun).

INFO Terkait:

Mulai di Bangun

Dari pantauan, Minggu 19 September 2021, warga korban kebakaran, kini terus berupaya membangun tempat tinggal baru. Mereka membangunnya di bekas rumah yang terbakar sebelumnya.

Zainal Abidin, salah seorang korban kebakaran menyebutkan, upaya itu sebagai langkah mendesak. Agar tinggal mandiri meski dengan konsisi kurang layak.

“Coba lihat saja, dindingnya ditutup terpal dari bantuan Kemensos,” sebut Zainal sembari mengarahkan jari tangannya.

Zainal mengaku pembangunan rumah secara bertahap. Hingga saat ini masih terus dilakukan secara mandiri. Belum ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait pembangunan material bangunan untuk  perbaikan rumah.[Tarmizi Ripan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *