halaman7.com – Calang: Aksi puluhan supir pengangkut kelapa sawit yang memblokade jalan. Menuju PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang berada di Desa Lueng Gayo Kecamatan Teunom, Aceh Jaya beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari pihak perusahaan.
Informasi yang diperoleh media, pemblokiran tersebut dipicu karena pihak perusahaan telah mempermainkan para awak supir. Terkait pembongkaran Tandan Buah Segar (TBS). Sehingga para supir kesal dan memblokir jalan simpang Polda sebagai bentuk rasa kekecewaan.
Menanggapi hal tersebut, dibantah pihak perusahaan PT ASN. Dimana menurut mereka aksi blokade atau pemblokiran yang dilakukan para supir hanya mis komunikasi saja. Antara petugas PKS dengan para supir.
Manager Komersil PT ASN, Chipto ke media ini, Kamis 3 Juni 2022, mengatakan itu memang ada kesalahpahaman antara para petugas dengan para sopir saat itu. Mungkin informasi yang disampaikan petugas tidak sampai ke seluruh supir yang ada di lapangan.
Sehingga ada kekhawatiran para supir bahwa truk yang antri tidak dibongkar pada hari itu. Padahal semua TBS yang sudah sampai PKS dibongkar semua. Baik punya perusahaan maupun milik masyarakat.
INFO Terkait:
Mis Komunikasi
“Mungkin karena kekhawatiran tidak dibongkar akibat mis komunikasi di lapangan. Makanya para supir melakukan pemblokiran pintu masuk ke PKS,” ungkap Chipto.
Terkait hal tersebut, Chipto menjelaskan masalah pemblokiran jalan para supir truk pengangkut kelapa sawit sudah selesai. Saat ini sudah berjalan normal seperti biasa.
Apa yang dilakukan para supir truk pada saat itu, menurut Chipto sebenarnya tidak sesuai prosedur. Seharusnya mereka melaporkan dahulu kepada pemasok TBS nya masing-masing. Kemudian perusahaan pemasok lah yang melaporkan/koordinasi dengan pihak PKS terkait yang terjadi di lapangan.
“Seharusnya pemasok lah yang mengkonfirmasi ke perusahaan terkait pembongkaran TBS. Apakah kita bongkar hari itu atau kita tunggu sampai malam hari,” jelas Chipto.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan untuk pembongkaran TBS di PKS PT ASN telah bersepakat. Kegiatan pembongkaran yang dilakukan yaitu lima truk punya perusahaan. Selanjutnya lima truk punya pihak ke tiga atau TBS milik masyarakat.
“Kalau hari itu yang antri semua TBS pihak ketiga maka tidak ada alasan harus kita bongkar. Semua menyesuaikan dengan keadaan kapasitas tampung loading ramp. Namun pada saat yang antri ada truk punya perusahaan baru kita lakukan sesuai peraturan. Lima truk punya perusahaan dan lima truk punya masyarakat,” ucap Chipto.
Lebih lanjut, ia menyampaikan untuk kegiatan bongkar selama ini telah kita sosialisasikan ke pemasok. Selama ini telah melakukan MoU dengan perusahaan PT ASN. Apakah sejauh ini telah disampaikan pemasok ke para supir itu tergantung si pemasok tersebut.
Pihaknya kedepan juga akan melakukan pembenahan secara internal dan juga akan membuat kebijakan yang memihak ke eksternal. Sehingga semua stekholder yang ada di perusahaan bisa menikmati manfaat dari hadirnya perusahaan.
“Jadi kami simpulkan, terkait aksi blokade jalan menuju PKS karena adanya miskomunikasi dua belah pihak. Kedepan kita akan benahi. Sehingga terjadi sinergi antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” tutup Chipto.[Mus Calang | red 01]