Tiga Anak di Bawah Umur Jadi Tersangka

Kasus Penganiayaan di Warkop

Kasat Reskrim memperlihatkan barang bukti dan tersangka penganiayaan.[FOTO: h7 - dok humas polresta]

halaman7.com – Banda Aceh: Polresta Banda Aceh menetapkan enam tersangka dari 21 orang yang sebelumnya sempat diciduk aparat kepolisian dalam kasus penganiyaan atau tindak pidana kekerasan berat di Banda Aceh.

Enam tersangka tersebut, tiga orang diantaranya masih anak di bawah umur, 15-17 tahun. Sedangkan tiga lainnya remaja dewasa yakni Dal (24 tahun), Mad (19 tahun), keduanya warga Aceh Besar dan Fir (18 tahun) warga Banda Aceh.

Satreskrim Polresta Banda Aceh menetapkan mereka sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan Fakhrus Walidan (23 tahun), mahasiswa asal Simeulue dan M Zulmi (29  tahun), pekerja bengkel, hingga mengalami luka bacok akibat senjata tajam.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama mengatakan, enam pelaku kerasan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada tiga orang pria dewasa dan tiga masih berstatus anak di bawah umur,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, pada konferensi pers di lapangan Indoor Polresta Banda Aceh, Rabu 24 Januari 2024.

Penganiayaan itu terjadi di Benk Kupi pada  Minggu 20 Januari 2024, dini hari. Awalnya, para pelaku hendak tawuran antar remaja di Jalan Teuku Nyak Arif, tepatnya di depan Perpustakaan Wilayah (Puswil) Aceh, Banda Aceh.

Kompol Fadillah didampingi Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Cut Laila Surya dan Kanit Jatanras, Ipda Ghozi Alfalah menerangkan, awal terjadinya keributan tersebut bermula dari pertandingan futsal sekitar satu bulan lalu antara kedua kelompok.

Pertandingan itu dimenangi kelompok “gerimis”. Akan tetapi lawan tidak menerima kekalahan dengan perjanjian bahwa “siapa yang kalah membayar sewa lapangan”. Namun hal itu tidak disepakati kelompok yang kalah. Buntutnya, seorang anggota kelompok ‘gerimis’ dipukul pihak lawan.

Baca Juga  Kapolresta Banda Aceh Cek Pos Operasi Lilin Seulawah 2020

Pasca keributan itu, berlanjut kembali pada Minggu 20 Januari 2024, dini hari. Namun, salah target, yang menjadi korban malah M Zulmi dan Fakhrus Walidan yang dilakukan Aseng cs.

Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan barang bukti, berupa empat bilah parang, dua bilah celurit, satu gergaji dan empat kayu.

Para tersangka ini dibidik dengan pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP jo Undang undang RI nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Dengan ancaman tujuh tahun penjara.[ril | red 01]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.