Puluhan Mahasiswa Australia Kunjungi Sabang

Para mahasiswa Australia menikmati wisata alam di Pulau sabang.[FOTO: h7 - dok Humas]

halaman7.com – Sabang: Puluhan mahasiswa asal Australia yang tergabung dalam Fatih Volunteering Teaching Program (FVTP) 2023 berkunjung ke Sabang. Mereka diterima, Plt Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Sabang. Sambil memperkenalkan adat pemulia jame dan keindahan Pulau Weh.

Peumulia Jame adat geutanyoe. Kita memuliakan tamu dengan sebaik-baiknya. Inilah adat kita. Semoga para relawan FVTP nyaman di sini dan dapat mengeksplor semua keindahan alam, keunikan-keunikannya. Sekaligus melihat bukti-bukti sejarah yang menjadi perjalanan panjang Kota Sabang,” kata Plt Sekdako Sabang, Andri Nourman di Tugu Kembar Sabang Merauke, Jumat 27 Januari 2023.

Menurutnya, kunjungan ini adalah sebuah langkah bersama dan peluang besar. Untuk mempromosikan produk serta potensi wisata Sabang yang kaya dan unik ke pasar mancanegara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SD Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School (TNAFBS), Maelani menjelaskan, program FTVP tahun ini menghadirkan 26 mahasiswi sebagai relawan. Mereka berasal dari berbagai universitas di Australia. Yakni Perth, Sidney, Melbourne dan Adelaide.

Selama satu bulan di Aceh ada sekitar 64 SD di Banda Aceh dan Aceh Besar yang mereka kunjungi. Untuk mengajar dan berbagi informasi. Ini Minggu ke tiga mereka di Aceh.

“Alhamdulillah hari ini, kami bisa mengunjungi Sabang. Selama 3 hari, kami membawa mereka untuk jalan-jalan,” jelasnya.

Kemudian dalam program ini, pihaknya juga memberikan 20 paket bantuan yatim dan dhuafa. Berupa perlengkapan sekolah, iqra, sarung, perlengkapan mandi dan makanan. Untuk pelajar SD di Kota Sabang.

Koordinator FVTP, Catleen mengucapkan terima kasih atas sambutan Pemko Sabang yang luar biasa. Baik dengan tariannya, maupun penjelasan sejarah Sabang yang disampaikan pemerhati seni dan sejarah Kota Sabang, Albina.

Baca Juga  Kapal Pesiar Vasco Da Gama Singgah di Pulau Weh

Menurutnya dengan penjelasan tersebut, tidak hanya berwisata. Tapi Ia bersama relawan lainnya, juga lebih mengenal Sabang dan bisa lebih menghargai sejarahnya. Sekaligus menjadi semangat untuk mengekplor Pulau Weh itu.[M Munthe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *