halaman7.com – Sabang: Sebanyak 72 jamaah calon (JCH) haji Kota Sabang 1447 H/2026, dipeusijuek, di Masjid Agung Babussalam Sabang, Selasa 28 April 2026.
Peusijuek JCH tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Naourman, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Sabang, Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah Kota Sabang, serta keluarga jamaah.
Peusijuek bagi masyarakat Aceh merupakan tradisi simbolik yang sarat akan makna spiritual dan nilai budaya yang masih dipertahankan hingga kini. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk permohonan keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan juga sebagai sarana untuk saling menguatkan, mempersatukan, dan memaafkan antar sesama.
Selain itu, peusijuek juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus mencerminkan rasa syukur atas nikmat yang diperoleh, dengan saling mendoakan kebaikan dan keberkahan bagi sesama.
Walikota Sabang yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, mengimbau kepada para Jamaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dan menjaga stamina menjelang keberangkatan. Hal ini penting mengingat pemeriksaan kesehatan pada tahun ini dilakukan dengan lebih ketat guna memastikan seluruh jamaah dalam kondisi prima.
Memeriksa kembali kelengkapan dokumen perjalanan sebelum berangkat, proses pengecekan secara berulang atau double check sangat dianjurkan guna menghindari kekurangan berkas yang dapat menghambat proses keberangkatan.
Selain itu, kepada petugas pendamping untuk turut berperan aktif dalam mengingatkan jamaah agar memastikan seluruh barang bawaan telah lengkap, terutama dokumen penting. Langkah ini dilakukan untuk mencegah adanya barang yang tertinggal dan memastikan kelancaran perjalanan ibadah haji.
“Harapannya semoga para jamaah senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik dan menjadi haji mabrur dan mabrurah,“ ujarnya.
Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang, Drs Marwan, mengatakan, JCH Kota Sabang awalnya 73 orang, namun karena salah satu jamaah sakit akhirnya yang diberangkatkan menjadi 72 orang, terdiri dari 34 laki-laki dan 38 perempuan.
JCH Sabang terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yaitu Kloter 2 menjadi rombongan terbesar dengan jumlah 68 orang, selanjutnya tergabung dalam Kloter 5 diisi dua jamaah, dan terakhir Kloter 11 yang juga terdiri dari dua jamaah.
Lebihlanjut dikatakan, menariknya jamaah asal Kota Sabang yang tergabung dalam Kloter 5 dan Kloter 11 memiliki keistimewaan tersendiri. Pasalnya, saat berada di Makkah, dua jamaah yang merupakan pasangan suami istri dalam kloter tersebut akan menempati kamar yang tidak terpisah.
Kondisi ini berbeda sebab biasanya jamaah laki-laki dan perempuan ditempatkan di kamar terpisah. Kebijakan tersebut menjadikan pasangan jamaah dari dua kloter ini dijuluki “jemaah paling romantic”.
“Ini karena dapat menjalankan ibadah haji dengan tetap didampingi pasangan dalam satu kamar,” ujar Marwan.
Adapun fasilitas yang diberikan pemerintah kota Sabang kepada para Jamaah yakni transportasi dari Kota Sabang ke Banda Aceh, Transportasi dari Pelabuhan ke penginapan, Konsumsi dan Jasa Penginapan sebelum mereka memasuki Asrama Haji di Kota Banda Aceh.[ril | M Munthe]

















