Catatan: Eddyanto SST
DULU, masa masa merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah asing, Aceh memiliki tiga Srikandi atau pahlawan wanita yang hebat. Ya srikandi srikandi hebat itu adalah Cut Nyak Dhien, Cut Meutia dan Laksamana Malahayati.
Dari berbagai sumber referensi yang dirangkum penulis, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, dan Laksamana Malahayati adalah pahlawan perempuan legendaris dari Aceh yang berjuang dalam era perlawanan terhadap kolonialisme. Namun mereka beroperasi dalam rentang waktu yang berbeda.
Laksamana Malahayati (Abad ke-16/17) Era Perjuangan di Era Kesultanan Aceh Darussalam (Kejayaan Aceh). Lahir 1 Januari 1550 dan wafat sekitar 1615.
Laksamana perempuan pertama di dunia modern. Ia memimpin pasukan Inong Balee (janda-janda prajurit) dan berhasil mengalahkan armada Belanda serta membunuh Cornelis de Houtman dalam duel satu lawan satu.
Mempertahankan kedaulatan Aceh dari Portugis dan Belanda pada masa kejayaan Kesultanan Aceh.
Cut Nyak Dhien berkiprah pada akhir abad ke 19 – awalabad ke 20. Mimpin pejuang Aceh melawan Belanda pada 1873-1912.Masa hidup 1848 – 6 Nopember 1908.
Memimpin pasukan gerilya setelah suaminya, Teuku Umar, gugur pada 1899. Ia berjuang lebih dari 25 tahun di hutan Aceh. Meskipun usia senja dan penglihatan memudar, ia tetap memimpin perlawanan hingga akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Sumedang.
Cut Meutia berkiprah di awal abad ke 20. Era Perjuangan, Perang Aceh melawan Belanda. Masa hidup 15 Februari 1870 – 24 Oktober 1910. Memimpin perlawanan gerilya di pedalaman Aceh Utara setelah suaminya, Teuku Cik Tunong, gugur.
Dikenal taktiknya memporak-porandakan pertahanan Belanda. Ia gugur di tangan Belanda pada 1910 saat bertempur di Alue Kurieng.
Ruhnya
Ilustrasi narasi di atas, menunjukan semangat tiga Srikandi Aceh masa lalu itu benar benar ada “ruhnya” di tiga perempuan Aceh di daerah pedalaman Gampong Alue Canang Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.
Tiga perempuan ini adalah penerima manfaat dari program Rehab atau pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 128 tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim Aceh Timur.
Mereka masing-masing Rugaiyah, Cut Faridah dan Mariana. Ketiga perempuan Aceh yang kini memasuki usia senja atau lansia tersebut benar-benar hebat dalam perjuangan hidupnya dan cukup bersahaja.
Dengan kondisi segala keterbatasan, tinggal dirumah yang tidak layak huni dan bahkan hanya seorang diri sejak anak anak mereka berkeluarga. Tiga perempuan hebat ini tak pernah kendur dan patah semangat dalam menjalani hidup mereka hingga jelang usia renta.
Ternyata takdir berkata lain, Tuhan pemilik segala dunia dan isinya akhirnya memberikan kebahagiaan kepada tiga perempuan hebat ini jelang usia renta mereka melalui personel TNI AD.
Kehadiran Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg ke 128 Kodim Aceh Timur di Alue Canang membawa bahagia bagi mereka. Istana mereka yang selama ini tidak layak huni akhirnya berhasil dibangunkan sangat layak huni, sehat dan asri.
Irdam IM, Brigjen TNI Heri Purwanto, usai upacara penutupan TMMD di Lapangan Bolakaki Desa Alue Canang Birem Bayeun, Kamis 21 Mei 2026 langsung menyerahkan kunci rumah yang telah dibangun Satgas TMMD kepada Rugaiyah.

Rugaiyah saat ditanya halaman7.com usai menerima kunci rumah dari Irdam IM menyatakan tidak menyangka diusianya menjelang senja bisa memiliki rumah sehat sangat layak huni ini.
“Sudah 30 tahun nak, ibu dan keluarga menempati rumah lama yang memang kondisinya sudah reot dan tidak layak,” ujarnya.
Namun apa yang mau dikata, itulah kemampuan ibu dan almarhum suaminya dalam menjalani hidup.
Kami tidak berkecukupan, namun kami juga bersyukur karena mampu menjalani hidup ini dengan cukup bersahaja,” sebutnya lirih terlebih pasca ditinggal alm suaminya 16 tahun lalu.
Sebagai informasi, Rugaiyah kelahiran Desa Batu Melenggang, 31 Desember 1964 dan status cerai mati. Beragama Islam dengan alamat di Dusun Teungoh Gampong Alue Canang Birem Bayeun.[]
[Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Jurnalistik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) ke 128 Tahun 2026]
















