6 Penjual dan Pembeli Nasi Siang Hari Diamankan Satpol PP-WH Aceh Tamiang

halaman7.com – Aceh Tamiang: Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Tamiang mengamankan enam pelanggar Syariat Islam (SI) secara terpisah, Sabtu 16 Mei 2020.

Ke enam pelanggar SI ini diamankan, karena tertangkap tangan menjual nasi bagi warga yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan ini.

Kasat Pol PP dan WH Aceh Tamiang, drh Asma’i melalui Kabid Penegakan Syari’at Islam, Syahrir Pua Lapu mengatakan, keenam warga pelanggar SI tersebut diamankan di tempat dan waktu yang berbeda.

Mereka para pelanggar ini jelas-jelas tidak mengindahkan Seruan Bersama yang dikeluarkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang tentang larangan menyediakan makanan dan minuman di bulan suci Ramadhan di siang hari,” sebut Syahrir Pua Lapu.

Dijelaskannya lagi,  keenam pelanggar syariat islam tersebut masing masing S (40 tahun) warga Kecamatan Kota Kualasimpang  sebagai penyedia atau penjual nasi dan lauk pauk.

Kemudian RD (38 tahun) juru masak warga Kecamatan Kota Kualasimpang, MR (23 tahun) warga Kecamatan Karang Baru dan HA (22 tahun) warga Kecamatan Sekerak sebagai pelanggan yang membeli makanan dan minuman tersebut.

“Keempat warga ini diamankan sekitar pukul 13.00 Wib, Sabtu 16 Mei 2020,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Syahrir, selang dua jam kemudian, sekitar pukul 15.00 wib petugas kembali  mengamankan dua pelanggar SI lainnya di salah satu kampung dalam Kecamatan Karang Baru.

Keduanya, yakni MS (32 tahun) warga Kota Kualasimpang sebagai penjaga warung milik salah seorang pejabat publik di kampung itu dan B (58 tahun) warga Kecamatan Kota Kualasimpang sebagai pelanggan.

Lanjut Syahrir, saat hendak diamankan petugas Satpol PP dan WH Aceh Tamiang, pelanggar SI berinisial B tersebut sempat melarikan diri dan mengancam petugas menggunakan pelepah kelapa sawit.

“Namun berkat kerjasama dan kekompakan petugas, pelanggar B berhasil diamankan,” sebut Kabid Penegakkan Syariat Islam ini.

Keenam pelanggar syariat islam tersebut jelas-jelas tidak mengindahkan seruan bersama Forkopimda Aceh Tamiang khususnya pada poin ke 6.

Dalam poin 6 itu disebutkan, kepada pemilik warung/kedai makanan dan minuman, diimbau untuk tidak menyediakan/menjual makanan dan minuman untuk umum selama bulan Ramadhan 1441 Hijriyah sejak pukul 05.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *