Check Point Perbatasan Kembali Diberlakukan

halaman7.com – Aceh Tamiang: Gugus Tugas Kabupaten Aceh Tamiang melakukan simulasi pemberlakuan check point posko perbatasan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sekaligus memperketat penjagaan di wilayah perbatasan.

Simulasi ini dilaksanakan di dua tempat berbeda yakni  Pos Timbangan Perbatasan dan Terminal Type B Kota Kualasimpang, Sabtu 4 Juli 2020.

Simulasi diawali dengan apel gabungan dipimpin Kadis Perhubungan Drs Syuibun Anwar. Apel diikuti personil dari BPBD, Dinas Kesehatan, RSUD Aceh Tamiang, Dinas Perhubungan, TNI, Polri, Satpol PP dan WH yang merupakan Tim Gabungan dalam Gugus Tugas Kabupaten.

Tim ini siap menjaga dan mengawasi perbatasan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dalam simulasi ini, Kadishub menjelaskan flow chart alur pemeriksaan penanganan pencegahan Covid-19 di Perbatasan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Syuibun menjelaskan uraian tugas bahwa kendaraan yang masuk dan keluar Aceh terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan, mendata identitas penumpang dan awak kendaraan baik yang keluar maupun yang masuk di wilayah perbatasan.

Selanjutnya, Tim Gabungan nanti akan melaksanakan tugasnya dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen sesuai aturan dan ketentuan yang ditetapkan Pemerintah dalam mengizinkan atau tidak bagi penumpang dan awak kendaraan untuk melanjutkan perjalanan.

“Unsur aparat keamanan bertugas untuk memback up dan memastikan keamanan di lokasi pemeriksaan,” ujar Syuibun.

Khusus Kepada Tim Medis sebagai garda terdepan memiliki tugas melakukan pengecekan penanganan protokol kesehatan dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada penumpang dan juga awak kendaraan dengan menggunakan thermo gun dan memberikan keputusan terkait kesehatan penumpang maupun awak kendaraan.

Pada simulasi ini, ditampilkan juga adegan, seandainya ada masyarakat yang memiliki suhu tubuh tinggi, petugas akan menempatkan pada ruang isolasi sementara untuk dilaksanakan rapid test.

Jika hasilnya reaktif, maka tim kesehatan akan membawa warga tersebut untuk selanjutnya dilakukan Tes Swab di RSUD Aceh Tamiang.

Simulasi ini dibuat di dua tempat yaitu di Pos Timbang Perbatasan sebagai pos check point bagi yang masuk dari luar Aceh, sementara di Terminal Kota Kualasimpang sebagai pos check point pemeriksaan surat-surat untuk masyarakat yang keluar Aceh.

Bagi masyarakat luar nantinya yang akan memasuki wilayah Aceh diwajibkan membawa surat Keterangan Kesehatan hasil tes rapid atau tes swab, sementara bagi yang akan berpergian keluar dari daerah Aceh disamping harus memiliki surat keterangan kesehatan juga harus menunjukkan Surat Keterangan Berpergian dari Datok Penghulu (Kepala Desa).

“Jika tidak ada surat tersebut maka tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan masuk ataupun keluar Aceh,” tegas Kadishub.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *