Rocky: Pasien Covid-19 Banyak yang Lari Saat Mau Dirawat

halaman7.com – Aceh Timur: Bupati Aceh Timur Hasballah Bin M Thaib mengatakan meningkatnya pasien yang positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Aceh Timur semakin memprihatinkan. Itu semua terjadi dilatar belakangi adanya masyarakat yang belum disiplin dan tidak konsekuen terhadap dirinya sendiri.

Contohnya, pada saat adanya warga yang sakit dan dilalukan rapid test dan swab. Bila hasilnya positif langsung lari tidak mau di rawat di rumah sakit. Bahkan sampai memaksa pulang dari rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Bupati yang akrab disapa Rocky ini saat meresmikan Gampong Tangguh di halaman PAUD Tunas Bangsa, Gampong Alue Itam, Kecamatan Sungai Raya, Kamis 24 September 2020.

Karena itu, Bupati mengajak bersama dengan adanya “Gampong Tangguh Bereh” ini untuk menurunkan jumlah pasien yang positif terpapar Covid-19 dengan selalu menjaga pola hidup sehat .

Peresmian Gampong Tangguh tersebut dilatar belakangi semakin meningkatnya pasien yang positif terpapar Covid-19 khususnya Kabupaten Aceh Timur. Motivasi untuk melaksanakan kegiatan ini karena belum adanya vaksin yang bisa mengobati Covid-19. Sehingga harapannya melalui hidup sehat akan bisa memutus rantai penyebaran mata rantai Covid-19.

Adanya Gampong Tangguh berpotensi menghadirkan Gampong Tangguh lainnya di Aceh Timur. Sehingga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan penerapan prosedur Covid-19.

Bukan Hoaks

Sementara itu, Dandim Aceh Timur Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, mengatakan kehadiran pemerintah, termasuk TNI/Polri disini untuk memberikan semangat kepada masyarakat Gampong Alue Itam.

Karena di luar sana banyak orang yang berpikir wabah Covid-19 adalah hoaks. Sehingga semuanya harus berikhtiar untuk mengikuti semua protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Harapan saya, acara ini bukan hanya sekedar seremonial semata. Sehingga Gampong Alue Itam dengan jumlah penduduk 353 orang bisa menjadi contoh bagi Gampong lainnya. Gampong ini bisa terbebas dari Covid-19,” ujar Dandim.

Dikatakan, kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah peraturan tertinggi yang harus dilakukan untuk ciptakan tangguh ketahanan pangan. Karena virus ini berdampak kesemua sektor. Salah satunya sektor ekonomi, karena barang tidak bisa masuk dari luar daerah untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Semua Harus Patuh

Sementara Kapolres Langsa AKBP Giyarto menambahkan, saat ini di dunia sedang berkembang virus corona. Semua pihak dituntut untuk bisa mematuhi protokol kesehatan. Salah satu ihktiar adalah dengan dibentuknya Gampong Tangguh.

“Sehingga kita bisa mengatasi semuanýa,” jelas Kapolres.

Dikatakan, semua harus tangguh terhadap kesehatan. Paling utama adalah terhadap kebiasaan baru dengan membiasakan memakai masker, cuci tangan menjaga jarak berolahraga dan selalu hidup sehat.

“Virus itu terbungkus dengan lemak sehingga kita harus selalu cuci tangan menggunakan sabun,” pungkas Kapolres.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *