DPO Persetubuhan Anak Sempat Lari Locat Pagar saat Diringkus Polisi

halaman7.com – Banda Aceh: DPO persetubuhan anak A bin AM sempat berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap aparat kepolisian dengan loncat lewat pagar belakang rumah yang selama ini menjadi persembunyiannya selama dalam buronan polisi.

Namun kali ini, A tidak bisa lolos lagi dari kejaran aparat, sebab tersangka sempat terjatuh dua kali saat melarikan diri. Pada saat jatuh kedua kalinya inilah, tersangka berhasil diringkus aparat kepolisian.

“Akhirnya, hampir dua tahun dalam pelarian, tersangka berhasil kita ringkus di rumah neneknya. Rumah tersebut selama ini dijadikan lokasi persembunyiannya di kawasan Seulimum, Aceh Besar,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan Citra Yudha, Sabtu 3 Oktober 2020.

Tersangka A ditangkap atas kasus persetubuhan anak di bawah umur yang terjadi 6 November 2018 di Baitussalam, Aceh Besar. Sebelumnya tersangka sempat ditangkap dan diproses hukum dengan menjalani pembinaan di LPKS Lambaro.

“Namun tersangka kabur akhirnya ditetapkan sebagai DPO,” AKP Ryan.

Kasat Reskrim, AKP Ryan mengatakan, korbannya adalah seorang pelajar yang saat itu berusia 13 tahun (saat ini 15 tahun).

Korban merupakan teman pelaku yang dikenal lewat media sosial (medsos). Saat itu, persetubuhan terjadi secara paksa. Pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan di rumah kontrakannya.

Didampingi Kasubbag Humas, Iptu Hardi, Kapolsek Baitussalam, Ipda Safrizal, serta Kanit Jatanras Ipda Pulung Nur Hidayatullah, Kasat menjelaskan, peristiwa memilukan ini berawal saat keduanya berkenalan melalui medsos facebook hingga akhirnya menjalin hubungan khusus.

INFO Terkait:

Bersembunyi di Hutan

Dikatakan, selama pelarian setelah kabur dari LPKS Lambaro tersangka A bersembunyi di kawasan hutan Lamteuba. Sesekali, ia juga turun ke perkampungan saat kelaparan bahkan kerap ke berkunjung ke rumah salah satu kerabatnya disana.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa sepasang baju seragam SMP, pakaian dalam serta beberapa helai pakaian lainnya yang dikenakan korban saat itu.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 tahun 2014 dan UU RI Nomor 11 Tahun 2012 dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.[andinova |red 01]

Satu tanggapan untuk “DPO Persetubuhan Anak Sempat Lari Locat Pagar saat Diringkus Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *