Kuota Aceh Tersisa 26 Orang, 3.517 Wartawan Lolos Fellowship Perubahan Perilaku

halaman7.com – Jakarta: Sedikitnya 3.517 wartawan dari seluruh Indonesia lolos seleksi Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku yang diselenggarakan Dewan Pers dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Para peserta itupun akan mendapatkan pembekalan melalui lima kelas virtual, yang dilaksanakan, Rabu 14 Oktober 2020.

Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers yang juga Ketua Tim Kerja FJPP mengatakan, animo jurnalis untuk mengikuti program ini sangat tinggi. Terlihat dari pendaftar yang mencapai 4.963 orang sejak registrasi dibuka pada 3 Oktober 2020.

“Sampai pendaftaran gelombang pertama ditutup pada 11 Oktober peminat masih bertambah. Kami memutuskan untuk membuka pendaftaran gelombang kedua. Dibuka mulai hari ini dan ditutup pada Minggu 18 Oktober 2020,“ tutur Agus, di Jakarta, melalui siaran pers, Rabu (14/10/2020).

Untuk Aceh, dari kuota 200 orang wartawan, hingga penutupan terakhir gelombang pertama tersisa 26 orang.

Tim Kerja FJPP yang terdiri dari perwakilan asosiasi perusahaan media dan asosiasi jurnalis konstituen Dewan Pers. Secara marathon melakukan verifikasi dan seleksi yang kemudian ditentukan sebanyak 3.517 peserta yang lolos.

“Seleksi meliputi administrasi sesuai persyaratan kuota provinsi, media, jenis platform,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku ini merupakan program dengan tiga kegiatan utama. Yaitu, Pertama, menggalakkan pemberitaan pers berperspektif perubahan perilaku guna pencegahan penularan Covid-19.

Kedua, memperkaya konten berita media yang menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan.

Ketiga, melibatkan wartawan sebagai agen perubahan perilaku melalui peningkatan peran pers. Sebagai institusi dengan fungsi edukasi publik dalam menghadapi bencana nasional.

Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku terbuka bagi jurnalis di seluruh Indonesia yang berminat untuk berkontribusi dalam mengakhiri pandemi Covid-19.

“Program ini terutama untuk jurnalis yang sedang mengalami kesulitan karena medianya terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19,” tutur Agus.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto menambahkan, hingga saat ini masih terbuka bagi jurnalis di 24 provinsi, termasuk DKI Jakarta. Untuk mengikuti program karena memiliki jumlah pendaftar di bawah kuota yang ditentukan tim kerja.

Bagi para jurnalis yang berminat bisa mendaftar secara daring melalui portal www.ubahlaku yang kembali dibuka sejak pagi ini.

“Mekanismenya simpel, bila persyaratan lengkap, hanya perlu waktu sekitar 5 menit untuk register,” kata Kata Hey Trianto.

Kesempatan ini masih terbuka bagi  wartawan yang ada di seluruh indonesia, karena kuota peserta program sejumlah 2.283 orang untuk semua plafform media baik cetak, online, televisi, dan radio.  Total kuota yang disiapkan sebanyak 5.800 orang.

“Dari pengalaman gelombang pertama, jurnalis radio paling sedikit yang mendaftar, jadi kesempatan mereka masih terbuka lebar. Namun, untuk platform juga masih terbuka kesempatan,” pungkas Hery.[ril | Antoedy]

Satu tanggapan untuk “Kuota Aceh Tersisa 26 Orang, 3.517 Wartawan Lolos Fellowship Perubahan Perilaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *