Puisi Emha Ainun Nadjib: Muhammadkan hamba Ya Rabbi!

Muhammadkan hamba Ya Rabbi!

Di setiap tarikan napas dan langkah kaki

Tak ada dambaan yang lebih sempurna lagi

Di ufuk jauh kerinduan hamba, Muhammad berdiri

 

Muhammadkan Ya Rabbi hamba yang hina dina

Seperti siang malammu yang patuh dan setia

Seperti bumi dan matahari yang bekerja sama

Menjalankan tugasnya dengan amat terpelihara

 

Sebagai adam hamba lahir dari gua garba ibunda

Engkau tuturkan pengetahuan tentang benda-benda

Hamba meniti alif-ba-ta makrifat pertama

Mengawali perjuangan untuk menjadi mulia

 

Ya Rabbi! Engkau tiupkan ruh ke dalam nuh hamba

Dengan perahu di padang pasir yang mensamudera

Hamba menangis oleh pengingkaran amat dahsyatnya

Dan bersujud di bawah bukti kebenaranmu yang nyata

 

Sesudah berulangkali bangun dan terbanting

Merenungi dan mencarilah hamba sebagai Ibrahim

Menatapi laut, bulan, bintang dan matahari

Sampai gamblang bagi hamba Allah yang sejati

Jadilah hamba pemuda pengangkat kapak

Menghancurkan berhala sampai luluh lantak

Hamba lawan jika ‘pun Fir’aun sepuluh jumlahnya

Karena api sejuk membungkus badan hamba

 

Kemudian Ya Rabbi engkau ajarkan hal kedewasaan

Yakni penyembelihan dan Kurban, pasrah dan keikhlasan

Tatkala dengan hati pedih pedang hamba ayunkan

Sukma hamba memasuki Ismail yang menelentang

Ismail hamba membisikkan firman-Mu Ya Rabbi

Bahwa dewasa tidaklah ditandai kegagahan diri

Melainkan rela menyaring dan menyeleksi

Agar secara jernih berkenalan dengan yang inti

Di saat meng-ismail itu betapa jiwa hamba gemetar

Ego pribadi adalah musuh yang teramat tegar

Jika di hadapan-Mu masih ada sejumput saja pamrih

Maka leher hamba sendiri yang bakal tersembelih

Dan memang kepala hamba tanggal berulangkali

Di medan peperangan modern ini Ya Rabbi

Hambalah kambing di jalanan peradaban ini

Darah mengucur, daging hamba dijadikan kenduri

Tulus hati dan istiqamah Ismail Ya Rabbi

Betapa sering lenyap dari gairah perjuangan ini

Keberanian untuk bersetia kepada kehendakmu

Di hadapan musuh gugur satu demi satu

 

Maka hamba-Mu yang dungu belajar menjadi Musa

Meniti kembali setiap hakikat alif-ba-ta

Belajar berkata-kata, belajar merumuskan cara

Harun hamba membantu mengungkapkannya

Musa hamba membukakan universitas cakrawala

Setiap gejala dan segala warna zaman hamba baca

Dengan seribu buku dan seribu perdebatan

Hamba tuntaskan makna kebangkitan

Tongkat hamba angkat dan tegakkan Ya rabbi

Memusnahkan iklan-iklan takhayul Fir’aun yang keji

Ular klenik pembangunan, sihir gaya kebudayaan

Karena telah hamba genggam yang bernama kebenaran

 

Ya Rabbi! Alangkah agung segala ciptaan ini

Kebenaran belaka membuat hidup kering dan sepi

Maka engkau jadikan hamba Isa yang lembut wajahnya

Dengan mata sayu namun bercahaya, mengajarkan cinta

Isa hamba sedemikian runduknya kepada dunia

Segala tutur kata dan perilakunya kelembutan belaka

Sehingga murid-murid hamba dan anak turunnya terkesima

Tenggelam mesra dalam Isa hamba yang disangka Tuhannya

 

Ya Rabbi! Haruslah berlangsung keseimbangan

Antara cinta dengan kebenaran

Haruslah ada tuntunan pengelolaan

Atas segala ilmu dan nilai yang engkau anugerahkan

Karena itu Muhammad ‘kan hamba Ya rabbi

Bukakan pintu kesempurnaan yang sejati

Pamungkas segala pengetahuan hidup dan hati suci

Perangkum bangunan keselamatan para Rasul dan Nabi

 

Muhammad ‘kan hamba Ya Rabbi, Muhammad ‘kan!

Agar tak menangis dalam keyatimpiatuan

Agar tak mengutuk meski batu dan benci ditimpakan

Agar sesudah hijrah hamba memperoleh kemenangan

 

Muhammad ‘kan hamba Ya Rabbi, Muhammad ‘kan hamba

Agar kehidupan hamba jauh melampaui usia hamba

Agar kematian tak menghentikan perjuangan

Agar setiap langkah mengantarkan rahmat bagi alam

 

Muhammad ‘kan hamba Ya Rabbi, Muhammad ‘kan

Di rumah, di tempat kerja serta di perjalanan

Agar setiap ucapan, keputusan dan gerakan

Menjadi ayat-Mu yang indah dan menaburkan keindahan

Takkan ada lagi sosok pribadi seanggun ia

Dipahami ataupun disalahpahami oleh manusia

Kalau tak sanggup kaki hamba menapaki jejaknya

Penyesalan hamba akan tak terbandingkan oleh apa pun saja

Para malaikat sedemikian hormat dan segan kepadanya

Bagai dedaunan yang menunduk kepada keluasan semesta

Para Nabi berbaris menegakkan sembahyang

Engkau perkenankan ia berdiri menjadi imam

 

Ya Rabbi! Muhammad ‘kan hamba, Muhammad ‘kan hamba!

Perdengarkan tangis bayi padang pasir di kelahiran hamba

Alirkan darah al-Amin di sekujur badan hamba

Sarungkan tameng al-Ma’shum di gerak perjuangan hamba

Kalungkan kebencian Abu Jahal di leher hamba

Sandingkan keteduhan Abu Thalib di kaki dukalara hamba

Payungkan awan cinta-Mu di bawah terik politik durjana

Usapkan tangan sejuk khadijah pada kening derita hamba

Kirimlah Jibril mencuci hati Muhammad hamba

Lahirkan kembali wahyu-Mu di detak gemetar jantung hamba

Dan kucuran darah luka Muhammad oleh pedang kaum pendusta

Hadiahkan kepada hamba rasa sakitnya

 

Ya Rabbi Ya Rabbi, Muhammad ‘kan hamba!

Bersujud dan tafakkur di Gua Hira’ jiwa hamba

Berkeliling ke rumah tetangga, negeri dan dunia

Menjajakan cahaya.**

Catatan: Muhammad Ainun Nadjib atau lebih diekenal dengan nama Emha Ainun Nadjib. Biasa juga disapa dengan nama Cak Nun atau Mbah Nun. Ia lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953.

Sososk tokoh intelektual Muslim Indonesia ini kerab menyampaikan gagasan pemikiran dan kritik-kritiknya dalam berbagai bentuk. Baik puisi, esai, cerpen, film, drama, lagu, musik, talkshow televisi, siaran radio, seminar, ceramah, dan tayangan video.

Ia menggunakan beragam media komunikasi dari cetak hingga digital dan sangat produktif dalam berkarya

Ragam dan cakupan tema pemikiran, ilmu, dan kegiatan Cak Nun sangat luas. Seperti dalam bidang sastra, teater, tafsir, tasawwuf, musik, filsafat, pendidikan, kesehatan, Islam, dan lain-lain.

Selain penulis, ia juga dikenal sebagai seniman, budayawan, penyair, cendekiawan, ilmuwan, sastrawan, aktivis-pekerja sosial, pemikir, dan kyai. Banyak orang mengatakan Cak Nun adalah manusia multi-dimensi.

 

Redaksi menerima karya sastra dari pembaca, berupa puisi, syair, cerpen, cermin, lukisan dan lainnya. Kirim ke alamat email: iranda_novandi@yahoo.com. Lampirkan foto diri dan biodata singkat.[red 01]

Facebook Comments
(Visited 20 times, 1 visits today)
93 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *