Datok Penghulu Diminta Jadi Pemimpin yang Baik dan Alim

halaman7.com Aceh Tamiang: Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin mengatakan untuk menjalankan roda pemerintahan yang baik, pertama kali harus mencintai pekerjaan agar menuai hasil kerja yang maksimal.

Sebagai kepala daerah, Wabup mengaku wajib mengutarakan berulang-ulang dan memacu semangat para Datok Penghulu (Kepala Desa-red). Dimulai dari hal-hal terkecil dari lingkup pekerjaan di kampung. Intinya harus mencintai pekerjaan terlebih dahulu.

“Cintai lingkungan kita, cintai pekerjaan kita, Insha Allah kampung kita maju. Ketika kita bekerja dengan hati dan ikhlas bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat mendapat balasannya,” ujar Wabup dalam rapat dengan para Datok Penghulu, Rabu 2 Desember 2020.

Selain itu juga bekerjalah dengan tanggungjawab dan bijaksana. Jadilah pemimpin yang baik dan alim. Maka rangkul perangkat kampung termasuk masyarakat harus satu kata satu langkah dalam pemikiran, budayakan diskusi hingga selamat dunia akhirat.

Ujung Tombak

Dalam rapat rutin dengan Datok Penghulu dan Mukim dari Kecamatan Seruway dan Rantau, Wabup juga mengatakan, ujung tombak keberhasilan Pemerintahan Tamiang adalah dari Datok Penghulu.

Karenanya, maksimalkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang ada. Angkat potensi dari kampung untuk menambah pendapatan kampong. Selain itu juga rangkul pemuda kampung. Membangun kebersamaan, maka kampung dapat lebih maju.

Sementara itu Bupati Aceh Tamiang, Mursil berharap kepada Datok dan Mukim untuk menjaga kampung menjadi kondusif.

“Saya minta kepada Para Datok untuk menjaga kondisi dan suasana di Kampung agar tidak ada kegaduhan. Apalagi menjelang pemilihan datok yang akan habis masa jabatannya,” ujar Mursil.

Sekolah Tatap Muka

Menanggapi permasalahan pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada Januari mendatang. Bupati Mursil menerangkan anak-anak akan mulai bersekolah pada 4 Januari 2021. Namun, tambahnya protokol kesehatan harus tetap dipatuhi untuk keselamatan dan kesehatan bersama.

“Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir setahun. Menyebabkan dampak yang begitu besar. Salah satu penyebab mengapa anggaran seluruh daerah dipotong Pemerintah Pusat, karena dana tersebut akan digunakan untuk membeli vaksin,” jelasnya.

Vaksin ini pertama kalinya diperuntukkan kepada TNI, Polri dan Orangtua Usia Renta. Terkait isu yang beredar mengenai vaksin ini berbahaya. Menurut Mursil, berita itu tidak benar, jadi masyarakat jangan sampai terpengaruh.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *