halaman7.com – Aceh Tamiang: Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin mengatakan kontribusi penyehatan lingkungan terhadap pengentasan masalah stunting sangat besar dan berdampak.
Kedua aspek yaitu Kesehatan anak dan Kesehatan lingkungan antara satu dengan yang lainnya saling mendukung.
Semisal disatu keluarga tidak memiliki Jamban yang layak dan sehat. Mereka tidak menerapkan prilaku hidup sehat dan masih dalam satu keluarga itu ada juga bayi.
Pengaruh dari pola hidup tidak sehat dan bersih tadi semisal mereka membuang kotoran sembarangan, pasti menyebabkan lingkungan yang tidak sehat.
“Pengaruh tersebut akan berdampak langsung terhadap si bayi,” ujar Wabup saat membuka Rapat Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Terintegrasi serta Penyerahan Sertifikat ODF (Open Defection Free) di Aula Dinas Kesehatan, Selasa 15 Desember 2020.
Acara yang bertajuk peningkatan kualitas kesehatan ini, memiliki aspek yang saling berkaitan. Stunting berhubungan dengan kurangnya pemenuhan asupan gizi pada bayi yang mengakibatkan kesehatan pada pertumbuhannya terganggu. Sementara ODF bersinggungan dengan kesehatan lingkungan.
Kurangnya resiko stunting dan tercapainya sarana dan prasarana dalam menyediakan sanitasi adalah harapan bersama. Untuk mewujudkan itu semua, lanjut Wabup penerapan pola hidup bersih dan sehat harus diterapkan sampai ke lapisan masyarakat terbawah.
“Bukankah kebersihan sebagian dari Iman. Sementara Islam, Iman dan Ihsan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” tuturnya.
Dikatakan, kebersihan itu berguna untuk menyempurnakan ibadah. Kalau sudah bersih, tentu sehat akan mendukung.
Wabup berharap melalui kegiatan ini agar kiranya ibu hamil dan anak tidak lagi mengalami kekurangan gizi. Sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya stunting. Tercapainya sarana dan prasarana sanitasi serta pemukiman yang layak bagi masyarakat di Bumi Muda Sedia.
INFO Tamiang:
Stop BABS
Dalam kesempatan itu juga. Wabup Aceh Tamiang didampingi Kepala Bappeda menyerahkan secara simbolis sertifikat ODF kepada para Datok Pengulu yang telah berhasil menerapkan gerakan Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) di wilayahnya.
Dalam penyerahan ini, ada 28 kampung dalam 4 Kecamatan yang menerima sertifikat tersebut.
Sebelum acara penyerahan sertifikat ini, didahului dengan Deklarasi Desa yang dibacakan Wabup diikuti para Datok. Deklarasi Desa itu berisikan tentang komitmen perangkat kampung untuk mengedukasi masyarakat untuk “Stop BABS!!”.[Antoedy]