Aceh Berstatus Waspada, Banjir dan Banjir Bandang Mengancam

halaman7.com – Banda Aceh: Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi di wilayah Aceh hingga esok hari, Rabu 19 Mei 2021 pukul 07.00 WIB.

BMKG telah menyatakan status ‘waspada’ bagi wilayah Aceh terkait adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir hingga banjir bandang yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Raditya Jati mengungkapkan, selain Aceh, BMKG juga merilis status ‘waspada’ bencana banjir dan banjir bandang di sejumlah wilayah di Indonesia.

Masing-masing wilayah meliputi pulau Sumatera di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau. Pulau Jawa, di Jawa Barat, Jawa Timur. Sedangkan Pulau Kalimantan secara menyeluruh, yakni, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Kemudian Pulau Sulawesi meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara. Begitu juga Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat.

“Adapun informasi Prakiraan Berbasis Dampak BMKG tersebut dapat diakses melalui link https://signature.bmkg.go.id,” ujar Raditya, Selasa 18 Mei 2021.

INFO Terkait:

Indeks Risiko Bencana Banjir dan Banjir Bandang Kabupaten Aceh Singkil

Berdasarkan indeks kajian risiko bencana yang dipantau dari InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Wilayah Kabupaten Aceh Singkil memiliki risiko banjir dan banjir bandang dalam kategori sedang hingga tinggi.

Data InaRisk menunjukkan ada 9 kecamatan yang berisiko terpapar banjir. Dengan cakupan luas wilayah hingga 13.513 hektar. Dengan jumlah penduduk yang berpotensi terdampak sebanyak 38.818 jiwa.

Selanjutnya untuk indeksi data banjir bandang, ada sebanyak 7 kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil. Dengan total luas risiko meliputi 4.517 hektar dan jumlah pendududuk yang berpotensi terdampak hingga 6.204 jiwa.

Dengan melihat data prakiraan cuaca BMKG dan indeks risiko bencana dari InaRisk. Maka BNPB mengimbau seluruh pemangku kebijakan di daerah baik tingkat gubernur hingga RT dan RW serta masyarakat untuk waspada. Dengan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Dalam hal ini, diharapkan masyarakat secara mandiri juga dapat mengakses informasi peringatan dini cuaca. Indeks kajian risiko hingga tingkat kecamatan melalui aplikasi InfoBMKG dan inarisk.bnpb.go.id.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *