Al-Mukarram: Saat Aceh Dipimpin Seorang Ulama

halaman7.com – Banten: Dalam rentang waktu 2,5 tahun ke depan. Aceh akan melangsungkan pemilihan kepala daerah (Pilkada).Sesuai dengan yang telah ditetapkan DPR dan Pemerintah lewat Kemendagri, Pilkada akan gelar awal 2024.

Lalu siapa yang paling cocok menurut sebagai Kepala Pemerintah Aceh atau Gubernur Aceh ke depannya? Untuk itu, tokoh muda Aceh yang kini menetap di Pulau Jawa, Tarmizi Age, mengaku punya saran.

Dikatakan, Paska damai Aceh, lewat penandatanganan MoU Helsinki di Finlandia 2005 silam. Rakyat Aceh sudah merasa dipimpin tokoh dan  petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Kita sudah merasa dipimpin Gubernur Irwandi Yusuf dari kalangan GAM dan Wakil Gubernur Muhammad Nazar dari kalangan aktivis (Ketua SIRA),” ujar Tarmizi, Rabu 23 Juni 2021.

Kemudian masyarakat Aceh juga sudah merasa hidup di bawah kepemimpinan dua tokoh besar GAM, yakni Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf (Mualem).

Selanjutnya, pada saat ini rakyat Aceh sedang dipimpin akademisi dan politisi Nova Iriansyah. Pemerintahan Nova ini bahkan menahkodai Aceh secara solo (seorang diri) tanpa wakil.

Aktivis GAM luar negeri Jebolan AMU Nordjylland, Aalborg, Denmark ini, mengakuai, tentu sebagai rakyat, sudah merasakan senang dan susah terta pahit dan getir hidup di bawah kepemimpinnan mereka.

“Asam garam kehidupan sebagai rakyat Aceh sudah kita rasakan dan lewati serta sedang kita rasakan saat ini. Kondisi ini akan terus kita rasakan selagi kita masih hidup,” ujarnya.

Karena itu, Tarmizi yang akrap disapa Al Mukarram ini, sudah harus, rakyat Aceh mencoba beralih ke sosok dari kalangan lain untuk memimpin Aceh kedepanya.

“Siapa yang kita anggap paling cocok untuk Gubernur Aceh periode berikutnya? Kita harus siapkan dari sekarang,” kata Tarmizi Age aktivis Aceh yang pernah tinggal lama di Denmark ini.

Untuk itu, Tarmizi Age menyaranan, kalau kali ini rakyat Aceh harus mencoba memilih Gubernur Aceh dari kalangan ulama. Sosok dari kalangan ulama, kiranya paling cocok memimpin Aceh kedepan.

Ini sangatlah pantas. Pasalnya, Aceh adalah daerah religious. Sangat kental dengan keagamaan, khususnya Islam. Adat dan budaya Aceh juga sangat kuat dipengaruhi nilai-nilai Islami. Karenanya, jika ada calon dari sosok ulama mencalonkan diri untuk memimpin Aceh, harus diberi kesempatan yang sebesar-besarnya.

“Ayo bareng-bareng kita dukung, kalau ada calon dari kalangan ulama yang maju,” ajak Tarmizi Age.

Sudah saatnya ulama dijadikan imam untuk memimpin Aceh kedepan. Aceh akan jadi apa setelah ualama diberi kepercayaan mempin Aceh, tentu semua akan terjawab, bila hal itu bisa terwujud.

“Kalau kemudian rakyat bisa hidup makmur dan sejahtera, kita teruskan. Kalau tambah runyam, Wallahu a’lam bish-shawab. Allah Mahatahu yang benar-benar tahu,” tutup Tarmizi Age.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *