Calon Banda Aceh-1 Disesaki Para Pemain Lama

Calon Walikota Banda Aceh pada Pilkada 2024. Dirut sesuai susunan abjad nama.[FOTO: h7 - litbang]

Catatan: Dr Usman Lamreueng

PERKEMBANGAN politik Pilkada Kota Banda Aceh semakin dinamis. Konsolidasi internal dan membangun komunikasi politik antar partai dan bakal calon walikota (Cawalkot) masih terus dilakukan.

Usman Lamreung

Dinamika politik semakin menarik dengan munculnya beberapa bakal calon walikota periode 2024-2029. Ditambah dengan sowan dan mendaftar sebagai bakal calon ke partai politik  untuk mendapatkan dukungan dan rekomendasi dari partai politik masih terus berlangsung. Termasuk komunikasi politik mencari dukungan partai politik

Adapun calon Walikota yang sudah dipastikan mendapatkan rekoemendasi adalah Aminullah Usman (PAN), Teuku Irwan Johan (Nasdem), Keucik Zainal (Independen). Ketiga nama bakal calon Walikota Banda Aceh tersebut sudah dapat dipastikan mendapatkan rekomendasi dan lolos verifikasi faktual yang maju melalui jalur Indenpenden.

Adapun bakal calon kandidat lain yang masih menunggu keputusan DPP Partai Politik dan dipastikan sudah mendaftar sekaligus menjalani proses fit and proper test sesuai mekanisme partai yang sudah ditetapkan. Adapun nama-nama bakal calon walikota tersebut adalah Isnaini (Ketua Partai Demokrat), Illiza Saadduddin Djamal (PPP), Fachrul Razi (Gerindra), Amiruddin mendaftar ke Demokrat dan Hasanuddin mendaftar ke Gerindra.

Diantara bakal calon walikota tersebut masih bakal calon, belum penentuan dan penunjukan rekomendasi. Kedelapan nama yang sudah muncul bisa saja berubah dan dinamika politik. Bakal calon juga sudah mulai membangun basis-basis arus bawah termasuk bersosialisasi melalui media sosial dan media untuk membangun elaktabilitas dan popularitas.

Pertarungan politik dalam perebutan kekuasaan walikota Banda Aceh pada Pilkada 2024 ini sangat menarik untuk menelisik kekuatan, momemtum politik, elaktabilitas, popularitas dan dukungan basis-basis partai politik dan masyarakat..

Untuk menang (terpilih) semua bakal calon punya peluang dan momentum. Namun calon kandidat walikota membutuhkan mesin politik yang andal yang dapat mempengaruhi pemilih. Bagi politisi yang memastikan diri melalui kendaraan partai politik tidak terkendala yang serius, karena partai politik adalah kelembagaan politik dan mempunyai pengaruh sampai ke bawah.

Baca Juga  Pilkada Aceh Masih Sebatas Birahi Kekuasaan

Untuk menghidupkan mesin politik dibutuhkan modal politik yang besar. Begitu juga yang mendaftar melalui jalur independen sudah harus mempersiapkan modal politik yang banyak untuk membangun kekuatan mesin politik, termasuk membangun kelembagan politik sampai ke gampong sebagai bentuk dukungan.

Teuku Irwan Johan salah seorang politisi Nasdem, dua kali menjadi anggota DPRA dan juga pernah bertarung pada Pilkada 2017 yang lalu, namun belum bernasib baik. Namun Pilkada 2024 ini, Irwan Johan kembali mencalonkan diri sebagai Walikota Banda Aceh.

Irwan Johan jauh hari sudah memepersiapkan diri maju sebagai calon walikota. Peluang begitu besar dengan dukungan partai politik mengisyaratkan, Irwan Johan sudah sangat siap bertarung merebutkan kekuasaan. Selain dukungan kelembagaan politik, Irwan Johan juga punya tim pemenangan yang sudah berpengalaman, ini juga sebagai modal politik, selain modal ekonomi.

Irwan mempunyai basis-basis masyarakat bawah dan saat ini dengan popularitas lumayan tinggi. Sering dibicarakan publik Banda Aceh di warung kopi sebagai sentral politik Aceh. Tinggal yang paling penting adalah menyampaikan gagasan, masalah dan solusi penyelesaian masalah lima tahun kedepan.

Selanjutnya Aminullah Usman bakal calon walikota dari Partai Amanat Nasional, dengan modal politik incambunt, melanjutkan kota gemilang di periode dua. Plus minus Aminullah Usman masa kepemimpinannya periode pertama banyak sudah program yang dilakukan.

Memang ada pro dan kontra dalam berbagai program, termasuk datangnya wabah Covid-19, yang berimbas macetnya realisasi anggaran dan program. Aminullah Usman bila masih bertahan pada gagasan, visi dan program periode pertama, itu bisa saja turunkan popularitas.

Maka sudah sepatutnya menjadi kajian bagi Aminullah dan tim mengusung isu-isu actual. Salah satunya adalah membuka lapangan kerja dan pertumbuhkan ekonomi dalam pengembangan sektor potensi dikota Banda Aceh.

Baca Juga  Kodim Aceh Timur Gelar Bazar Ramadhan

Cek Zainal mantan wakil Walikota yang maju melalui jalur Independen, dari personal sudah teruji, juga dikenal publik karena sudah pernah menjadi pejabat. Cuma perjuangannya melalui jalur indenpenden agak berat membangun basis-basis, butuh modal ekonomi yang besar menghidupkan mesin politik. Jalur independen tidak punya kelembagaan politik, jadi kerja keras dan harus kuat tim pemenangan.

Selain tiga calon kandidat tersebut diatas, partai lain mengusung kadernya adalah partai Demokrat. Partai Demokrat kabarnya yang kami terima, mengusung kadernya sendiri yaitu Isnaini. Saat ini Isnaini Ketua Demokrat Banda Aceh sudah menjalani fit and proper test sesuai mekanisme partainya.

Ini menandakan sekaligus bantahan yang selama ini tersiar kabar, kalau Demokrat sudah memberikan rekomendasi kepada calon walikota dari luar partai Demokrat. Kabar salah satu calon walikota yang dikabarkab mendapatkan rekomendasi partai demokrat adalah Iliza.

Atas penelusuran kami, dapatkan informasi yang dikeluarkan DPP Partai Demokrat kepada semua bakal calon Walikota adalah hanya surat tugas saja. Artinya Partai Demokrat belum mengeluarkan rekomendasi dukungan seluruh calon kandidat yang sudah melamar.

Nah ini bisa saja membuka peluang besar kepada Ketua Demokrat Kota Banda Aceh Isnaini dan mendapat dukungan partainya menjadi calon Walikota Banda Aceh. Apalagi kiprah dua periode di DPRK tentu sudah banyak memahami masalah dan penyelesaian masalah lima tahun kedepan.

Isnaini pernah menjadi ketua DPRK dan saat ini Wakil Ketua DPRK sebagai modal politik. Tinggal bagaimana Isnaini menyiapkan mesin politik, konsolidasi dan membangun koalisi dengan partai lainnya.

Kandidat lainnya yang sudah menyatakan diri maju adalah Fachrul Razi, Hasanuddin, dan Amiruddin. Mereka sudah mendaftar ke partai Gerindra dan Amiruddin Partai Demokrat.

Baca Juga  Ada Apa, Walikota Perintahkan Kadinkes Surati Dokter Praktek?

Fachrul Razi dan Hasanuddin sudah mendaftar Gerindra, tentu keduanya calon walikota tersebut harus mampu meyakinkan partai. Agar diantara mereka satu diantarannya diberikan rekomendasi. Gerindra hanya 4 kursi, selain gerindra tentu juga harus mencari satu dukungan partai lainnya.

Dinamika politik terus akan dinamis, koalisi akan terbangun sesuai dengan kepentingan antar partai dan calon walikota. Bisa saja saat penetapan bakal calon peta politik dan bakal calon walikota berubah.

Ini kembali cawe-cawe partai dan calon walikota. Yang pasti dari 8 orang yang muncur itu, 90 persen pemian lama, semuanya rata-rata pernah berkiprah di Banda Aceh dan track record nya terekam dalam jejak digital.[]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *