halaman7.com – Sabang: Warga Sabang antusias menyaksikan pagelaran seni dari beragam kreativitas sejumlah sangar seni di Kota Sabang yang ikut meriahkan malam puncak Festival Gampong Kuta Barat 2026 di kawasan Dermaga CT-1 BPKS Sabang, Sabtu 25 April 2026.
Sejumlah sanggar seni turut ambil bagian, di antaranya Sanggar KMS Etnik, Sanggar Alhijrah, Mama Tami KBM, Petros Band, AK-04, Polres, Bayu feat KMS Rock, Olla feat Intan, Rayhan, Andi Noah, Siska, Ria Dauria, hingga Pito.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya, sangat terkesan dengan penampilan para talenta sanggar seni lokal yang tampil pada malam puncak Festival Gampong Kuta Barat. Ini menunjukkan bahwa Sabang memiliki sumber daya seni dan budaya yang luar biasa.
Tingginya antusiasme masyarakat yang terus memadati lokasi acara hingga malam hari. Sorak sorai penonton yang menyambut setiap penampilan setiap sanggar menjadi energi tersendiri bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Potensi dan bakat yang dimiliki generasi muda di Gampong Kuta Barat cukup menarik dan itu terlihat dari antusias penonton luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi para seniman untuk terus berkarya dan tampil lebih baik lagi.
Menurut Harry Susetya, Festival Gampong Kuta Barat 2026 tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Sejumlah pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar panggung terlihat ramai diserbu pengunjung yang membeli makanan, minuman, hingga produk lokal lainnya.
Kegiatan seperti ini perlu terus didorong dan dikembangkan lebih baik lagi ke depan, baik dalam bentuk seni budaya, seni nasional, maupun kegiatan bernuansa religi.
“Festival seperti ini selain menjadi ruang hiburan dan pelestarian budaya di tengah-tengah masyarakat, juga secara otomatis akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan Festival Gampong Kuta Barat 2026 dapat menjadi contoh bagi gampong lainnya di Kota Sabang untuk mengembangkan potensi serupa.
Malam festival itu pun menjadi bukti bahwa ketika seni, budaya, dan partisipasi masyarakat bertemu dalam satu ruang, tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan memperkuat identitas lokal Sabang.
Ke depan diharapkan gampong-gampong lainnya juga bisa mengikuti dan menggelar kegiatan serupa, sehingga pariwisata berbasis masyarakat benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat luas,” katanya.[ril | M Munthe]

















