Mantan Kapolres Abdya AKBP Sumardi Meninggal Dunia, Berikut Sekilas Jajak Karirnya di Kepolisian

halaman7.com – Banda Aceh: Mantan Kapolres Aceh Barat Daya (Abdy) AKBP (Purn) Sumardi meninggal dunia di Rumah Sakit umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Rabu 1 September 2021, sekitar pukul 16.10 wib tadi.

Kabar duka ini beredar luas dari jaringan pesan whatshapp. Almarhum sebelumnya sempat dirawat beberapa hari di RSUZA akibat sakit yang dideritanya.

Sumardi merupakan Kapolres pertama di Abdya, sejak terbentuknya Polres tersebut setelah kabupaten itu mekar dari kabupaten induk, Aceh Selatan.

Dari jejak digital, didapatkan, pria kelahiran Bireuen, 4 Desember 1960 itu, pernah menjadi Kapolsek Julok, Aceh Timur, ketika baru lulus menjadi perwira polisi tahun 1992. Selanjutnya dipercayakan menjadi Kapolsek Simpang Kanan (Aceh Singkil) hingga tahun 1997.

Kariernya semakin menanjak hingga menjadi Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan. Setelah lulus Selapa, dirinya pernah menjabat sebagai Kasubbag Produk di Polda Aceh. Tidak lama berkarier di Polda, Sumardi kembali pindah ke Polres Aceh Selatan sebagai Kabag Ops.

Selepas dari Kabag Ops Sumardi dipercayakan menjadi Wakapolres Aceh Selatan. Selanjut Diberi kepercayaan menjabat Kapolres pertama di Kabupaten Abdya. Sekitar lima tahun, jabatan Kapolres Abdya di embanya, sebelum ditarik kembali ke Polda di Dit Narkoba Polda Aceh.

Dalam karirnya, sosok Sumardi pernah memimpin Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Lhokseumawe. Sebagai sosok Bhayangkara, Sumardi juga menguasai olahraga bela diri, terutama pencak silat.

Bukan sekedar untuk bela diri, dalam olaharga pencaksilat, pernah beberapa kali mendapat mendali emas. Seperti Kejurnas Pencak Silat Dewasa 1984 di Surabaya. Porda IV di Lhokseumawe. Kejurwil I se Sumatera dan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera di Pekan Baru 1998.

Dunia Politik

Selepas memakai seraga korps Bhayangkara, Sumardi sempat terjun ke dunia politik dan maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR Aceh pada Pemilu 2019 dari daerah pemilihan (Dapil) 9. Mencakup wilayah Kabupaten Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan dan Abdya.

Sumardi diusung Partai Daerah Aceh (PD-Aceh). Hanya saja, karirnya di dunia politik tak semulus dan segemilang saat ia berdinas di kepolisian. Sumardi gagal melenggang untuk meraih kursi DPRA.[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *