Peluang Wakil Indonesia ke Quarterfinal China Masters 2023

halaman7.com – China: Sembilan wakil Indonesia, hari ini akan melanjutkan perburuan gelar China Masters 2023. Mereka akan bertarung di Shenzhen Bay Gymnasium, Kamis 23 Nopember 2023, mulai pukul 08.00 wib.

Dari Sembilan yang akan bermain hari ini, 5-6 diantaranya berpeluang besar untuk bisa maju ke babak quarterfinal, bahkan jika mulus bakal ada yang tembus ke final bahkan juara di turnamen tour BWF Super 750 ini.

Lalu bagaimana peluang Indonesia hari ini. Pertandingan pembuka akan dilakoni tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung melawan Nozomi Okuhara dari Jepang. Pertandingan ini merupakan ulangan 32 besar Kumamoto Masters Jepang 2023, pekan lalu.

Gregoria Mariska Tunjung

Di Kumamoto Masters, Gregoria yang akrab disapa Jorji berhasil mengalahkan mantan ranking satu dunia itu, hingga akhirnya membawa Jorji bisa mulus hingga menjuarai turnamen super 500 di negari sakura tersebut.

Peluang itu juga sangat terbuka lebar dalam pertandingan kali ini. Meski secara head to head (H2H), Jorji masih kalah 2-3 atas Nozomi. Peluang menang Jorji vs Nozomi, berbanding 55:45.

Kemudian dilanjutkan dengan, tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting akan menghadapi tunggal putra bulutangkis China Taipe, Lin Chun-Yi. Melihat perfoma Ginting saat mengalahkan tunggal Singapura kemarin, peluang Ginting untuk menang juga sangat besar.

Peluang kemenangan Ginting vs Lin Chun Yi, berbanding 60:40.

Selanjutnya, ganda campuran, Dejan Ferdiansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang bermain pada pertandingan keempat di lapangan pertama. Deglo akan menghadapi lawan tanguh dari Korea Selatan, Kim Won Ho/Jeong Na Eun.

Setelah dua tunggal Indonesia baik putra maupun putri berpeluang lolos ke quarterfinal, peluang Deglo sangat berat menghadapi wakil Korea Selatan ini. Peluang kemenangan sangat tipis, diperkirakan Deglo vs Kim/Jeong antara 45:55 untuk pasangan Korea Selatan.

Baca Juga  Rinov/Pitha Angkat Koper dari French Open 2023

Demikian juga dari sektor ganda putra, pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang menantang unggulan kedua asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang. Meski factor skill dan pengalaman ikut bicara, namun dari sisi usia, rasanya sulit bagi The Daddies bisa bertarung lawan wakil China ini.

Sama halnya dengan Deglo, peluang The Daddies juga kecil, meski bisa jadi The Daddies membalikan keadaan. Bisa dikatakan peluang kemenangan The Daddies vs Liang/Wang, berbanding 45:55.

Satu lagi ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga menghadapi lawan berat dari Eropa, Kim Astrup/Anders Skaarup asal Denmark. Sama halnya seperti The Daddies, peluang Leo/Daniel juga kecil. Perbandingan kemenangannya 45:55 untuk Kim/Anders.

Satu lagi wakil Indonesia yang berpeluang ke quarterfinal, dari ganda putri, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Apri/Fadia atau Prifad akan menghadapi lawan dari Prancis Margot Lambert/Anne Tran.

Peluang Prifad untuk melangkah ke quarterfinal sangat besar, perbandingan kemenangannya 60:40. Hanya saja, perlu dicatat, ini bisa diraih, sejauh kondisi Apriani fit. Sebab, selama ini dia sering kali dibekap cidera.

Pejuang selanjutnya dari ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan bertemu wakil tuan rumah, Chen Bo Yang/Liu Yi. Bagi pasangan yang akrab disapa Fajri ini, bukanlah satu yang mudah.

Namun mereka masih memiliki peluang untuk menang, meski kecil. Perbandingan kemenangan Fajri vs Chen/Liu antara 55:45.

Pasangan ganda campuran Indonesia Rinov/Pitha.[FOTO: h7 – dok PBSI]
Di ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari menghadapi Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin dari China. Ini sulit diprediksi, namun pertandingan kedua bisa dibilang 50:50. Bisa saja menang dan bisa saja kalah. Faktor di lapangan sangat menentukan nantinya.

Terakhir wakil Indonesia yang berpeluang menang dari ganda putra, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang menghadapi Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard yang mewakili Denmark.

Baca Juga  Pengurus MPU Sabang 2022-2026 Dikukuhkan, Pemko Ajak MPU Bersinergi Tegakkan Syariat Islam

Modal kecenderungan menang jika menghadapi wakil Eropa, membawa Prayer diharapkan bisa menjadi laga penutup wakil Indonesia yang menggembirakan. Apalagi ganda putra Indonesia yang dijuluki Prayer ini memiliki kesiapan tenaga lebih, karena di babak 32 besar kemarin menang tanpa bertanding, karena lawannya dari Jepang mengundurkan diri.

Peluang kemenangan Prayer vs Rasmus/Frederik antara 55:45. Nah, sejauh mana prediksi ini bisa terbukti. Shenzhen Bay Gymnasium dan semua badminton lovers Indonesia akan menjadi saksi hari ini.[andinova | red 01]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.