Padi Gogo jadi Fondasi Kemandirian Pangan di Sabang

Hasil tanam padi gogo di Sabang.[FOTO: h7 - dok ist]

KOTA Sabang merupakan daerah kepulauan, sangat bergantung pada pasokan pangan dari daratan dan transportasi laut. Kondisi tersebut, menuntut adanya langkah antisipatif dan kesiapan jangka panjang agar Sabang mampu lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Pemerintah Kota Sabang menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mendorong seluruh gampong (desa)  untuk memanfaatkan lahan pertanian.

Pada 2026 ini terjadi peningkatan luas areal tanam padi gogo di Kota Sabang dari sebelumnya sekitar 20 hektare menjadi sekitar 40 hektare lebih yang tersebar di tiga kecamatan. Peningkatan ini diharapkan mampu mendorong semangat dan partisipasi para petani dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Peningkatkan lahan  tersebut sebagai upaya membangun fondasi kemandirian pangan daerah, hal ini juga sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

Terkait dukungan sarana dan prasarana pendukung program ketahanan pangan mejadi perhatian serius dari pemerintah daerah setempat. Program ini tidak hanya difokuskan pada satu kawasan saja, tetapi terus diperluas ke seluruh gampong (desa) yang tersebar di Tiga Kecamatan di Kota Sabang.

Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Pertanian dan Pangan juga melakukan pendampingan teknis guna memastikan keberhasilan program ketahanan pangan tersebut. Pendampingan meliputi penyediaan pupuk, penguatan kapasitas petani, serta dukungan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Program ketahanan pangan ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. program ketahanan pangan di Kota Sabang dapat berjalan berkelanjutan dan terus dikembangkan,”  ujar Walikota Sabang, Zulkifli H Adam saat penanaman perdana program ketahanan pangan di lahan BUMDes Mandiri Gampong Paya Seunara.

Program ketahanan pangan terebut menjadi prioritas Pemerintah Kota Sabang dalam menjaga ketersediaan bahan pangan masyarakat.

Selain itu program ini merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia yang wajib dilaksanakan secara kolaboratif oleh pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, serta unsur TNI dan Polri, ujarnya.

Baca Juga  Warga Geudubang Aceh Usir Wartawan Gadungan

Pompa Air

Guna mendukung program ketahanan pangan,  Petani di Kota Sabang menerima bantuan lima unit mesin pompa air dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Bantuan tersebut diserahkan Walikota Sabang, Zulkifli H Adam di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang.

Bantuan tersebut merupakan wujud dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang disinergikan dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kota Sabang.

“Alhamdulillah, bantuan dari kementerian telah kita serahkan. Saya berharap pompa air ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian. Alat ini agar dijaga dan dirawat bersama, sehingga benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani,” ujar Walikota Sabang.

Bantuan yang disalurkan berupa pompa air ukuran tiga inci untuk lima kelompok tani yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sukajaya dan Sukamakmue.

Di Kecamatan Sukajaya, bantuan disalurkan kepada kelompok tani dari wilayah Cot Abeuk, Kelompok Tani Mesjid, serta Balohan, yakni Kelompok Tani Beuna Usaha dan Kelompok Tani Tunas Baru.

Sementara di Kecamatan Sukamakmue, bantuan diberikan kepada kelompok tani dari Gampong Paya Seunara, yaitu Kelompok Tani Setia Kawan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Cot Klah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri menjelaskan penetapan kelompok penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil survei dan rekomendasi pihaknya agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Kelompok yang menerima pompa air tersebut diharapkan benar-benar dapat memperhatikan dan memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya. Pompa air ini sangat dibutuhkan, terutama untuk pengembangan padi gogo yang sistem tanamnya berbeda karena keterbatasan lahan sawah, sehingga air harus dipompa dari bawah ke atas.

Baca Juga  Sabang Manfaatkan Lahan Tidur Tanami Padi Gogo dan Jagung

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian di Kota Sabang,” katanya.

Atusias Kembangkan Padi Gogo

Masyarakat sangat antusias mendukung program ketahanan pangan, walaupun kebutuhan pangan Sabang belum bisa dipenuhi 100 persen dari produksi lokal, minimal kedepanya bisa 50 persen kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi melalui program ketahanan pagan.

Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar Bin Abdul Wahab mengatakan, selama ini masyarakat sangat antusias mendukung program ketahanan pangan, dengan ikut terlibat dalam pengelolaannya.

Dari 2,5 hektare lahan yang teredia, sedikitnya kurang lebih 1 hektare telah dimanfaatkan, dan untuk tahap awal masih dihadapkan pada kendala perencanaan dan kondisi lahan berbatu, hal ini akan diatasi secara bertahap, termasuk melalui penggunaan alat berat jika diperlukan.

“Program ini terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran ketahanan pangan serta gotong royong masyarakat, dan ke depan dilakukan perluasan lahan dan dijadikan permanen serta berkelanjutan. Setelah panen, batu-batu dipindahkan agar lahan bisa diperluas ,” ujarnya.

Sementara itu warga Gampong Batee Shook, Saifuddin mengatakan, di kawasan Gampong Batee Shook pemanfaatan lahan terus dikembangkan untuk padi gogo kurang lebih sekitar 10 hektar tersebar di beberapa lakosi yang terpisah.

Belum lama ini tepatnya pertegahan Januari lalu Forkomfida Sabang berasama dinas terkait, serta petani telah melaksanakan panen padi gogo dalam rangka Program Ketahanan Pangan Gampong 2026 di Jurong Alue Jaya, Gampong Bateeshoek, Kota Sabang.

Panen perdana tersebut berlangsung di lahan ketahanan pangan BUMDes Mandiri Gampong Bateeshoek. Dari luasan tersebut, hasil panen gabah diperkirakan mencapai sekitar 2 hingga 2,5 ton.

Secara keseluruhan, lahan BUMDes Batee Shook  yang tersedia sekitar tiga hektare, dengan lebih dari satu hektare di antaranya saat ini dimanfaatkan untuk penanaman padi gogo.[adv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *